Harga BBM Naik, Bus Sekolah Gunungkidul Pangkas Layanan
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ketua DPW Nasdem DIY Subardi meminta kepada Pemkab Gunungkidul untuk serius dalam menata kawasan pantai. Pasalnya kebijakan ini tidak hanya berdampak pada perkembangan sektor pariwisata, tetapi juga berpengaruh terhadap niatan investor yang ingin menanamkan modalnya di Gunungkidul.
Menurut dia, para investor butuh kejelasan karena hal ini menyangkut rencana bisnis yang akan dikembangkan. Salah satunya adalah berkaitan dengan regulasi yang bisa mendukung pengusaha untuk berinvestasi.
“Harus ada regulasi yang jelas sehingga kawasan pantai bisa tertata dengan baik. Namun yang tak kalah penting adalah investor tetap tertarik untuk menanamkan modalnya. Jangan sampai kesalahan dalam menetapkan regulasi malah bisa membuat investor kabur,” kata Subardi kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).
Menurut dia, potensi pariwisata di Gunungkidul sangat luar biasa. Hal ini tidak lepas dari keberadaan destinasi yang beranekaragam dan memiliki karakteristik yang khas.
Hanya saja, sambung Subardi, potensi ini belum dilirik oleh Pemerintah Pusat. Sebagai buktinya, sampai sekarang belum masuk ke program prioritas nasional dalam pengembangan di sektor kepariwisataan.
“Masih kalah dengan Borobudur. Jadi untuk pengembangan, bupati harus dibantu dan ada sinergitas antara pemerintah, masyarakat hingga investor,” tuturnya.
Dia menuturkan, untuk pengembangan kepariwisataan di Gunungkidul butuh modal yang sangat besar. Ia menyakini, pemkab tidak bisa sendirian karena dana yang dimiliki sangat terbatas.
“Tidak hanya ratusan miliar, tapi nilainya sudah mencapai triliuan rupiah. Jadi dalam pengembangan harus ada partisipasi dari pemodal besar dan juga pemerintah pusat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengungkapkan pemkab terus melakukan kajian terkait dengan wacana penataan kawasan pantai. rencananya di 2019, penataan akan menyasar kawasan Pantai Baron.
“Sudah kami persiapkan dan saya yakin di tahun depan, kawasan Baron sudah mulai bisa ditata,” kata Drajad.
Menurut dia, untuk penataan kawasan Pantai Baron, pemkab membutuhkan anggaran mencapai Rp59 miliar. Rencananya, dana ini selain untuk penataan, juga dimanfaatkan melengkapi fasilitas yang ada seperti instalasi pengolahan limbah, area parkir, tempat souvenir, kuliner hingga akses keluar masuk area pantai.
“Dengan dana itu, saya yakin 100 persen, wajah pantai Baron akan berubah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.