IRT ODHA Bisa Lahirkan Bayi Sehat Tak Tertular HIV AIDS

Sunartono
Sunartono Minggu, 02 Desember 2018 23:17 WIB
IRT ODHA Bisa Lahirkan Bayi Sehat Tak Tertular HIV AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)

Harianjogja.com, JOGJA - Orang dengan HIV AIDS (ODHA) bisa sehat dan melahirkan bayi dalam keadaan tak tertular HIV AIDS jika melakukan pengobatan secara rutin. Hal itu dialami Magda salah satu warga Jogja yang hadir sebagai pemateri seminar Hari AIDS di Kantor Gubernur DIY Kompleks Kepatihan, Sabtu (1/12/2018).

Magda menceritakan pada 2007 silam ia terinfeksi HIV AIDS karena ketidakpahamannya lantaran informasi ketika itu belum semasif saat ini. Saat terdeteksi sudah dalam fase AIDS stadium dua. Karena ketidaktahuan jualah ia menulari anaknya yang masih bayi bahkan sudah fase AIDS stadium empat di usia sekitar lima bulan. Bahkan dokter pun tidak mengetahui bahwa gejala yang dialaminya adalah AIDS.

"Waktu itu berat saya hanya 40 kilogram, kalau saat ini sudah 80 sekian kilogram," ucapnya.

Ia terus melakukan pengobatan antiretroviral (ARV) yang bisa didapatkan secara gratis. Sangat mudah didapatkan apalagi DIY termasuk provinsi yang penanganan HIV terbaik di Indonesia. "Saya berobat sembari merawat anak yang juga sakit cukup berat," katanya.

Selama dua tahun ia sempat bersembunyi dan lebih banyak mengurung diri di tengah masyarakat, takut dikucilkan dan diketahui orang lain hingga kepercayaan diri menurun. Ia sempat mengalami depresi apalagi saat tahu anak juga tertular. Selama dua tahun berusaha menyimpan informasi itu, namun akhirnya lelah dan memberitahukan kepada orang tua. Kedua orangtuanya sangat mendukung melakukan pengobatan.

"Waktu itu ibu saya bilang, nggak usah takut kamu akan sehat. Dukungan keluarga sangat penting," ujarnya.

Suaminya memutuskan untuk berhenti berobat dengan ARV pada 2015 dengan alasan beralih ke pengobatan herbal tetapi kemudian meninggal dunia. Magda mengatakan ia terus patuh melakukan pengobatan, karena itulah pada 2013 melahirkan anak kedua dengan tidak tertular HIV AIDS.

"Saya ingin menegaskan ibu-ibu yang positif HIV AIDS masih bisa melahirkan anak tidak tertular asalkan dia mengakses layanan pencegahan," katanya.

Secara perlahan kesehatannya berangsur pulih, saat itu juga ia didorong oleh keluarga turut melakukan sosialisasi tentang HIV AIDS di tengah masyarakat. Ia mulai tampil di muka umum dengan menceritakan pengalaman HIV AIDS dengan harapan masyarakat bisa memahami dan melakukan pencegahan. Hingga saat ini mengabdikan diri di kegiatan sosial berkecimpung di sosialisasi pencegahan HIV AIDS.

Magda menilai stigma diskriminasi HIV AIDS masih tinggi terutama pada anak-anak. Di DIY ada lebih dari 29 kasus yang dialami ODHA selama beberapa tahun terakhir. Pada 2017 misalnya ADHA di Sleman yang mendapatkan perlakuan diskriminatif dari gurunya karena status HIV. Kemudian pada 2018 ADHA di Sleman tidak diperbolehkan mengikuti PKL di sebuah hotel di Jogja karena status HIV.

"Kasus diskriminasi masih tinggi. Dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan sehingga tidak ada diskriminasi terhadap ODHA maupun ADHA," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online