Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Beberapa peserta membuat detergen ramah lingkungan dalam kegiatan pelatihan pembuatan detergen di Dusun Kopat, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Minggu (2/12/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pertumbuhan industri di Kulonprogo berakibat pada meningkatnya limbah domestik khususnya detergen yang mencemari lingkungan. Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan air limbah perlu ditingkatkan.
"Khususnya di Kota Wates mulai marak usaha yang memakai detergen misalnya usaha laundri dan pencucian kendaraan. Semua limbah masuk kategori limbah domestik. Limbah ini harus dikelola dengan baik oleh masing-masing usaha dengan membuat instalasi pengolahan air limbah [IPAL] mandiri. Atau jika sudah ada IPAL komunal bisa bergabung di situ," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Aris Prastawa, Selasa (4/12/2018).
Aris menekankan masyarakat dan pelaku usaha harus mampu mengolah limbah domestik. DLH, menurut Aris, memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengelola limbah. "Setiap kegiatan harus ada pengelolaan lingkungan. Semua harus ada dokumen pengelolaan lingkungan," ucap Aris.
Disinggung soal tingkat pencemaran limbah domestik khsususnya yang berasal dari detergen, DLH Kulonprogo belum menghitung. Sejauh ini DLH masih melakukan analisis untuk memperkirakan dampak terburuk dan cara penanggulangan.
Keberadaan detergen yang diklaim ramah lingkungan menjadi salah satu solusi mengurangi tingkat pencemaran air. Sejumlah organisasi masyarakat gencar menyosialisasikan penggunaan detergen ini termasuk Organisasi Satu Desa Satu Enterpreneur (Sadesae).
Organisasi tersebut saat ini gencar memberikan pelatihan pembuatan detergen ramah lingkungan yang menyasar masyarakat di perdesaan. Bebeberapa di antaranya dilakukan di Pengasih dan Sentolo.
Pendiri Sadesae, Rizal Rinaldi, mengatakan pelatihan pembuatan detergen ramah lingkungan membantu mengurangi pencemaran air di Kulonprogo.
"Sejauh ini kami belum tahu pasti seberapa parah pencemaran air dengan adanya limbah detergen di Kulonprogo, meski demikian kami bertekad untuk ikut menanggulanginya dengan mengadakan pelatihan ini," ucap Rizal.
Keberadaan detergen ramah lingkungan sudah ada sejak beberapa tahun silam. Sejumlah pemuda di Bumi Binangun yang tergabung dalam Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP-3) pernah memproduksi detergen bermerek BEN pada 2015.
Detergen yang disebut matic tersebut dinilai memiliki beberapa keunggulan. Selain ramah lingkungan karena tidak menimbulkan banyak busa dan menghemat penggunaan air, keunggulan lainnya yakni detergen tersebut mampu melepas noda dari pakaian serta mengikat kotoran di dalam air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Kebiasaan langsung cek ponsel saat bangun tidur bisa menjadi tanda kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental dan fokus.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.