Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggodok rencana penerapan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Direncanakan penerapan mata pelajaran baru ini akan diperbanyak dengan kegiatan praktik.
Ditemui seusai menghadiri Milad Satu Abad Madrasah Mu\'allimin Mu\'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kemungkinan PMP akan banyak menggunakan metode praktik agar mata pelajaran tersebut lebih menyenangkan dan mudah dipahami siswa.
"Kemungkinan akan banyak praktik supaya lebih menyenangkan. Itu nanti urusan teknik. Kita akan melibatkan pakar," kata Muhadjir, Kamis (6/12/2018).
Tidak menutup kemungkinan juga penerapan PMP menggunakan teknologi. Hal ini sebagai respons atas kebutuhan anak-anak milenial. Muhadjir menuturkan rencana penerapan mata pelajaran PMP saat ini bukan untuk mengulangi PMP yang sudah pernah ada pada masa orde baru. Kemendikbud akan berupaya merekonstruksi mata pelajaran PMP yang disesuaikan dengan kebutuhan anak zaman sekarang.
Muhadjir menegaskan penerapan PMP bukan menggantikan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang sudah ada saat ini. Kementerian akan memisahkan pendidikan Pancasila dengan pendidikan kewarganegaraan.
Menurutnya, pendidikan Pancasila lebih menekankan sisi afeksi yaitu penanaman moral, pembentukan sikap, perilaku dan budi pekerti sesuai nilai Pancasila. Sementara pendidikan kewarganegaraan lebih menyoroti aspek pengetahuan atau kognitifnya. "Jadi memang [PMP dengan pendidikan kewarganegaraan] dua hal yang tidak bisa dijadikan satu," tegas dia.
Saat ini, tim dari Pusat Kurikulum Kemendikbud RI sedang menyiapkan penerapan mata pelajaran baru tersebut. Muhadjir mengatakan proses ini sedang dalam tahap pengkajian tim dan diharapkan pada tahun ajaran 2019/2020 sudah bisa diterapkan di jenjang awal yaitu taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.