Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, menyerahkan perbaikan kerusakan dua Early Warning System (EWS) tanah longsor, yang mengalami kerusakan pada pihak desa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menjelaskan dua EWS yang mengalami kerusakan yaitu di Desa Tegalrejo, dan Watugajah, Kecamatan Gedangsari. Kerusakan masih ringan menurutnya, karena hanya pada aki.
“EWS tersebutkan aset dari BPBD DIY yang sudah dihibahkan ke desa. Harapannya desa dapat memperbaiki sendiri jika mengalami kerusakan. Itu juga rusak ringan masihan,” ujar Edy, Minggu (9/12/2018).
Menurut Edy dalam APBDes, anggaran untuk bencana masih memungkinkan. Namun jika memang desa tidak mampu, akan dikoordinasikan lagi, untuk mencari solusi. Sementara itu 28 EWS tanah longsor lainnya yang terpasang, masih dalam kondisi baik.
Selain melakukan pengecekan EWS, pihak BPBD Gunungkidul juga melakukan pemantauan pada tebing-tebing yang berpotensi mengalami longsoran. Beberapa diantaranya di Dusun Mongkrong, Desa sampan, Kecamatan Gedangsari, ada retakan tanah dengan panjang sekitar 40 meter dan tinggi sekitar 80 meter bila terjadi longsor mengancam rumah yang ada di bawahnya ada empt rumah dan bisa menutup jalan desa.
Kemudian di Dusun Tamansari, Desa Watugajah, tanah perkebunan dengan panjang sekitar 70 meter dan tinggi sekitar 100 meter bila terjadi kejadian longsor berpotensi mengenai jalan Desa dan rumah hunian di bawahnya. Lalu di Desa Tegalrejo terdapat tanah tegalan dengan panjang sekitar 50 meter dan tinggi sekitar 80 meter mengalami retak dan banyak bebatuan yang berpotensi jatuh kebawah bila terjadi longsor mengancam delapan rumah dibawahnya.
“Desa Tegalrejo ada juga tanah tegalan retak panjang sekitar 30 meter dan tinggi sekitar 60 meter bila terjadi longsor berpotensi menutup jalan Desa,” katanya.
Mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi, Edy menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada jika terjadi hujan yang berkepanjangan. “Terpenting masyarakat selalu waspada, kami juga selalu siap,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Ngadiyono dalam kegiatan resesnya menampung sejumlah aspirasi dan kekhawatiran dari masyarakat, kaitannya bencana tanah longsor.
“Saat musim penghujan ini kekhawatiran terjadinya bencana baik longsor atau banjir. Masyrakat khawatir talud rusak. Harus jadi perhatian juga dan ada antisipasi,” ujar Ngadiyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.