Ghana vs Kolombia: Adu Taktik Panas, Ini Prediksi Skor dan Line Up
Ghana vs Kolombia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
Kondisi Jl Suroto, Kotabaru, Jogja, Sabtu (4/8/2018)./Harian Jogja-Abdu Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana penggunaan sirip-sirip Jalan Suroto untuk area parkir masih perlu pengkajian lebih dalam. Pasalnya, sirip-sirip jalan tersebut hanya layak untuk parkir kendaraan roda dua.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan penggunaan sirip-sirip jalan untuk parkir kendaraan bermotor di kawasan semi pedestrian Kotabaru hanya bisa digunakan untuk sepeda motor. Itupun posisi parkirnya harus dilakukan secara teratur. "Sirip-sirip jalan Suroto bisa digunakan untuk parkir sepeda motor dengan posisi parkir nol derajat," katanya, Selasa (11/12/2018).
Sedangkan untuk parkir kendaraan roda empat atau lebih seperti mobil maupun bus, menurut dia tidak bisa. Selain kapasitas jalan yang sempit, parkir mobil di sirip-sirip jalan tersebut bisa berpotensi pada kemacetan. "Kalau untuk parkir mobil memang kapasitas jalannya tidak mencukupi, maka kami merekomendasikan sirip-sirip jalan itu hanya untuk parkir motor. Untuk parkir mobil bisa menggunakan lahan parkir di Stadion Kridosono," ujarnya.
Faktanya, selama ini sirip-sirip jalan Suroto tersebut banyak digunakan untuk parkir kendaraan roda empat. Bahkan pada jam-jam tertentu, kondisi kendaraan di kawasan tersebut cukup padat. Jika tidak dilakukan rekayasa lalu lintas, dimungkinkan potensi kemacetan di kawasan itu tidak bisa dihindari. "Kami memang akan melakukan kajian terkait manajemen lalin di kawasan Kotabaru. Waktunya masih belum ditentukan," katanya.
Terkait dengan perlunya analisis dampak lalu lintas (andalalin) saat kawasan pedestrian Jalan Suroto tersebut diresmikan, Golkari mengaku hal itu tidak perlu dilakukan. Menurut dia yang dibutuhkan hanya rekayasa lalu lintas.
“Misalnya, apakah sirip-sirip jalan perlu dijadikan satu arah atau tidak, hal itu perlu kajian mendalam. Kalau jalan satu arah diberlakukan di sirip-sirip jalan, hal itu tentu perlu kajian. Selama posisi parkir sepeda motor masih nol derajat saja, memungkinkan untuk lalu lintas dua arah," katanya.
Camat Gondokusuman Jalaluddin mengatakan kantong-kantong parkir untuk kawasan pedestrian Kotabaru disediakan di sirip-sirip Jalan Suroto. Kendaraan tidak diperkenankan untuk parkir di pinggir jalan Suroto.
Selain kondisi jalan tersebut tidak terlalu lebar, volume kendaraan yang melewati jalan tersebut cukup tinggi. "Jadi parkir kendaraan bisa menggunakan sirip-sirip Jalan Suroto. Selain itu, ada beberapa kantong parkir alternatif yang bisa digunakan, seperti jalan RS DKT dr. Soetarto, Balai Pamungkas hingga Stadion Kridosono," katanya.
Akan tetapi, kata dia, perlu ada penambahan rambu parkir dan aturannya agar arus kendaraan di kawasan tersebut tetap lancar. Selain masalah parkir, pihaknya juga akan mengatur masalah PKL di kawasan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya PKL.
"Kami akan siapkan aturannya agar keberasaan PKL bisa diatur. Apalagi rencana pedestrian tidak hanya di Suroto tetapi juga merambah jalan Sudirman, baik sisi barat maupun timur," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ghana vs Kolombia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.
Pemakaman Ali Khamenei resmi dimulai di Iran. Prosesi kenegaraan berlangsung sepekan hingga 9 Juli 2026 dan dihadiri delegasi dari lebih 100 negara.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 5 Juli 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
Normalisasi Sungai Jogja dipercepat. Pemkot menargetkan Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong rampung dalam dua tahun dengan penataan bantaran.
Tips liburan murah ke Jogja untuk backpacker, mulai transportasi, penginapan, kuliner, hingga destinasi wisata hemat dan ramah anggaran.