Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
foto ilustrasi (JIBI)
Harianjogja.com, JOGJA- Selama libur panjang akhir tahun ini, kunjungan wisatawan ke kawasan Malioboro diperkirakan meningkat. Untuk menghadapi kepadatan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2019, pengamanan dan pemantauan akan ditingkatkan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto mengatakan saat ini kawasan Malioboro sudah mulai ramai dengan wisatawan. Kondisi tersebut terjadi karena libur akhir tahun ini berbarengan dengan masa libur sekolah. "Kami perkirakan keramaian wisatawan akan terus meningkat mulai 24 Desember, jelang libur Natal sampai awal Januari," katanya, Senin (17/12/2018).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan pemantauan tidak hanya bagi para pengunjung tetapi juga kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro.
"Kami akan intensifkan pemantauan harga-harga produk PKL. Semua PKL harus memasang daftar harga menu. Kami akan tekankan kembali soal itu dan standar harga yang disepakati pedagang,” terang Ekwanto.
Dia menjelaskan, pemantauan harga PKL akan melibatkan para petugas keamanan Malioboro Jogoboro. Petugas Jogoboro akan lebih intensif menyambangi para PKL. Mereka akan mengawasi langsung, apakah PKL beroperasi sesuai aturan dan kesepakatan?. "Kalau ada kasus atau temuan pelanggaran, maka akan melibatkan Satpol PP," katanya.
Tidak hanya itu, menghadapi lonjakan keramaian wisata tahun ini, jam kerja pengawasan petugas keamanan Jogoboro ditambah. Penambahan jam kerja tersebut akan dimulai 22 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Meski menerapkan jam lembur, pihaknya tidak menambah jumlah petugas.
"Sebab pengawasan keamanan juga dibantu dengan kamera CCTV yang terpasang di sepanjang Malioboro. Termasuk radio di UPT untuk menginformasikan ke wisatawan jika ada barang hilang atau wisatawan terpisah," katanya.
Terkait hal itu, Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengaku Pemkot membentuk satgas khusus untuk menindak pedagang nakal. Terutama yang sering memanfaatkan situasi saat libur Natal dan Tahun Baru dengan menaikkan harga tidak wajar. "Namanya Satgas khusus, jadi kerjanya diam-diam. Bisa menyamar seperti wisatawan. Kalau ada yang nuthuk harga, langsung ditindak," ujar Haryadi.
Diakuinya, praktik mematok harga tinggi seringkali terjadi selama musim liburan. Tidak hanya PKL, para tukang parkir pun seringkali menentukan tarif yang tidak wajar dan melanggar ketentuan Perda. Dia berharap peran aktif masyarakat dan wisatawan untuk melapor ke petugas (Jogoboro atau Satpol PP) jika mengalami hal tersebut. "Kami akan memberi sanksi tegas bagi pedagang dan juru parkir yang nuthuk. Jangan sampai citra Jogja dirusak," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.