Update Jadwal KA Bandara YIA, Cepat & Tepat Waktu
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Kinanti Sekar saat menunjukkan koreografer Tari Jaranan saat jumpa pers Jogja Color Walk dan Jogja Menari 2018 di Jogja Galery, Jumat (21/12/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Gelar Budaya Jogja Color Walk dan Jogja Menari akan menegaskan kembali kemajemukan dan kebhinekaan di Jogja.
Ketua I Panitia Kegiatan Jogja Color Walk dan Jogja Menari (JCWJM) Heru Krisna mengatakan kegiatan tersebut diharapkan bisa memberikan sumbangsih besar bagi keberagaman, kemajemukan dan kebhinekaan di Jogja. "Kami Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) ingin memberikan sumbangan bagi kota budaya ini khususnya, dan Indonesia pada umumnya," katanya saat jumpa pers di Jogja Galery, Jumat (21/12/2018).
Belakangan ini, Jogja mendapat sorotan terkait adanya kasus intoleransi dan kerukunan umat beragama. Gelaran JCWJM, kata Heru, bisa menjadi kegiatan positif untuk mengajak seluruh masyarakat untuk merajut rasa kebhinekaan. Walaupun gelaran tersebut reuni alumni SMA teladan, namun dalam kegiatannya melibatkan masyarakat. “Kata perlu menghadirkan banyak kegiatan positif, kreatif, edukatif dan inspiratif bagi masyarakat di kota budaya dan pariwisata ini,” katanya.
Menurut Heru, jumlah peserta yang mendaftar dalam kegiatan Jogja Color Walk diklaim sebanyak 12.000 orang. Adapun yang menjadi peserta Jogja Menari sekitar 4.440 peserta. Kegiatan yang akan digelar pada Minggu (23/12) tersebut ditargetkan bisa memecahkan rekor MURI. Presiden RI ketujuh, Joko Widodo masih dijadwalkan untuk bisa menghadiri even tersebut. “Ada lima warna yang akan ditaburkan pada peserta. Itu menyiratkan kebhinekaan dan Pancasila,” katanya.
Wakil Ketua Panitia Mardiah Suci Hardianti mengatakan kegiatan tersebut juga digelar untuk meneguhkan semangat kebhinekaan Indonesia di tengah-tengah bangsa ini menghadapi tahun politik. Menurutnya, kebhinekaan bangsa suku ras dan agama di Indonesia menjadi kekayaan yang sangat berharga. “Kami ingin membantu untuk mengangkat pariwisa di Jogja. Ini momentum yang tepat karena bersamaan dengan libur akhir tahun. Kegiatan ini bisa mengangkat karakter wisata dan budaya Jogja,” katanya.
Reni Kusumowarndani, Koordinator Jogja Menari mengatakan untuk mengusung konsep budaya pada reuni tahun ini pihaknya melibatkan berbagai sanggar seni tari di DIY agar mampu memecahkan rekor MURI. Jogja Menari diharapkan bisa menjadi momen tahunan. “Nantinya peserta akan melakukan flasmob atau menari bersama Tari Jaranan sebuah tari kreasi baru yang mudah diterima semua kalangan," katanya.
Pihaknya juga menggelar workshop pelatihan menari yang dipandu oleh para penata tari. Workshop tersebut digelar agar Jogja Menari bisa dilakukan secara berkesinambungan. Selain menjadi daya tarik wisata, kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan ikatan persaudaraan dan memupuk kecintaan terhadap warisan budaya lokal. “Tujuan menari salah satunya bentuk keprihatinan terhadap menurunnya rasa memiliki kebudayaan Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.