Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran selama perayaan libur Natal dan pergantian tahun, Dinas Pemadam Kebarakan (Damkar) Jogja menyiagakan dua armada kendaraan pemadam kebarakan di pusat kota. Selain di teteg (jembatan) Malioboro, personel dan armada disiapkan di depan Taman Pintar Jogja.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Jogja Agus Winarto menjelaskan kedua armada yang disiagakan berupa truk Damkar dengan kapasitas yang disesuaikan dengan lokasi penempatan, yaitu sekitar 3.000 liter hingga 8.000 liter. Masing-masing dilengkapi dengan satu regu pemadam kebakaran. "Kalau tiba-tiba terjadi kebakaran di sekitar lokasi yang menjadi tujuan utama wisatawan, maka petugas dapat mengakses secara cepat dan mengurangi potensi korban," kata Agus, Senin (24/12/2018).
Lokasi tersebut dipilih, lanjut Agus, karena keduanya merupakan lokasi yang strategis dan bisa mengurangi waktu tempuh armada saat menjangkau lokasi kebakaran. Dia memperkirakan pada malam pergantian tahun akan terjadi kepadatan lalu lintas di sekitar pusat kota. "Jika terjadi kebakaran, maka kami pun akan mengalami kesulitan untuk tiba tepat waktu. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kami menyebar lokasi penempatan personel sehingga bisa mengakses lokasi dengan lebih cepat,” kata Agus.
Kedua lokasi tambahan tersebut akan mendukung operasional posko utama damkar di kompleks Balai Kota dan di Jalan Kyai Mojo. Dinas tidak menyiagakan armada dan personel di sekitar Tugu karena lokasi tersebut masih bisa dijangkau oleh regu di posko Kyai Mojo.
Agus mengatakan sepanjang 2018, pihaknya menangani sekitar 60 kejadian kebakaran. Jumlah kasus kebakaran pada tahun ini hampir sama seperti tahun lalu. “Selama ini, belum pernah terjadi kebakaran saat malam pergantian tahun. Pada tahun ini pun, kami berharap tidak ada kejadian tersebut. Tapi antisipasi untuk mengurangi potensi tetap dilakukan,” kata Agus.
Salah satu potensi yang bisa memicu kebakaran saat malam pergantian tahun adalah dari petasan, terlebih petasan yang diproduksi saat ini kerap memiliki ukuran besar yang meledak di udara. Jika tidak ditangani dengan hati-hati, maka bisa saja berpotensi menyebabkan kebakaran.
"Kami berharap masyarakat berhati-hati saat menyulut kembang api atau petasan. Kekhawatiran kami, kembang api tersebut tidak meledak di udara sebagaimana mestinya tetapi justru meledak di darat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.