Ilustrasi mahasiswa. (Reuters/Fabian Bimmer)
Harianjogja.com, SLEMAN--Rektor UNY Sutrisna Wibawa meminta mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidikmisi untuk jujur, jika merasa mampu membiayai kuliah sebaiknya mundur dari bidikmisi dan beasiswa bisa diberikan kepada mahasiswa lain yang layak.
"Bidikmisi merupakan beasiswa negara, yang diusahakan pemerintah untuk mahasiswa dengan syarat dari golongan warga kurang mampu secara ekonomi dan punya prestasi baik. Jadi untuk yang sekiranya mampu, sebaiknya mundur," kata Rektor saat pengarahan dan sosialisasi bagi mahasiswa bidikmisi angkatan 2018, Rabu (26/12/2018).
Rektor menyebutkan bidikmisi diberikan selama delapan semester. Untuk itu, mahasiswa penerima bidikmisi harus selesai kuliah tepat waktu, dan lebih baik jika bisa lulus sebelum delapan semester
"Apabila waktu studi lebih dari delapan semester akan dikenakan pembayaran SPP. Prestasi mahasiswa bidikmisi akan dipantau tiap semester, oleh karena itu perlu usaha sebaik-baiknya," ucap dia.
Rektor juga berpesan agar para mahasiswa bidikmisi bisa menjadi contoh di kampus dengan cara menjaga tata krama, menjaga studinya dan aktif dalam unit kegiatan mahasiswa.
Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Informasi, Setyo Budi Takarina menjelaskan kegiatan ini ditujukan bagi penerima bidikmisi kuota tambahan, aspirasi DPR, bencana Lombok dan mahasiswa afirmasi.
“Karena waktu yang terbatas kami belum sempat survei ke lokasi,” kata Setyo Budi Takarina.
Ia menjelaskan pada 2018 terdapat total 1.040 mahasiswa bidikmisi yang meliputi 780 mahasiswa pada kuota awal dan 260 mahasiswa kuota tambahan. Jumlah penerima bidikmisi kuota tambahan sejumlah 260 orang, aspirasi DPR 30 orang, bencana Lombok enam orang dan afirmasi 33 orang.
"Beasiswa afirmasi ini meliputi Papua dan daerah 3T [terdepan, terluar dan tertinggal]," jelas Rektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.