Kekeringan: Distribusi Air Bersih Pemkab Sleman Belum Maksimal
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Sejumlah warga mengantre untuk mengurus SKTM di Dinas Sosial Gunungkidul, Jumat (29/6/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah sekolah tidak mempermasalahkan penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai salah satu syarat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sekolah bahkan menilai kebijakan tersebut akan membuat proses seleksi siswa baru akan lebih baik.
Humas SMAN 3 Jogja Agus Santosa mengungkapkan wacana kebijakan wacana penghapusan jalur SKTM pada PPDB tahun ini dinilai akan membuat proses seleksi lebih adil. “Nanti akan lebih fair. Persaingan lebih terbuka. Meski sebenarnya, memakai cara apa pun, proses seleksi siswa baru di sekolah kami tetap ,” kata Agus, Senin (14/1/2019).
Menurut Agus, untuk siswa kurang mampu akan tetap mendapatkan hak pendidikan meski jalur SKTM dihapus. Mereka bisa mendapatkan beasiswa untuk meneruskan pendidikan sesuai haknya. “SKTM kan masalah ekonomi. Nantikan ada beasiswa seperti dari provinsi atau dari jaringan alumni,” kata dia.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SMAN 1 Pakem, Sleman, Kristya Mintarja. Dia setuju SKTM bukan syarat pendaftaran, tetapi syarat pembebasan pembiayaan sekolah. Menurut dia, dengan begitu tidak terjadi lagi manipulasi SKTM untuk pendaftaran.
“Pendidikan untuk membangun daya juang, biarlah mereka menempatkan diri sesuai kapasitas dan potensinya. Setelah jelas posisinya diberi ruang dan kesempatan yang sama. Kaya dan miskin peluang sukses sama, yang mampu tetap membayar dan yang tidak mampu dibebaskan dari beban membayar. Jadi lebih fair,” ujar Kris.
Menurut dia, banyak beasiswa yang dapat menunjang pendidikan anak kurang mampu. Selain itu sekolah juga menyediakan kantin keikhlasan untuk memfasilitasi kebutuhan makanan siswa tidak mampu.
“Jika ada kondisi darurat yang dialami siswa, misal orang tua kena PHK [pemutusan hubungan kerja], atau terkena musibah, kami bantu bebaskan biaya,” ujar Kris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.