Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Barista menyiapkan kopi di ajang Festival Ngopi di Bukit Menoreh di kawasan Puncak Suroloyo, Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Senin (31/12/2018) malam./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komoditas kopi menoreh masuk dalam program Pembangunan Ekonomi Lokal (PEL) guna mengembangkan kopi asli Kulonprogo. PEL bertujuan mendukung kegiatan agrowisata kopi yang berpadu dengan kegiatan budi daya, pengolahan dan pariwisata.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Bambang Tri Budi mengatakan program ini dikerjakan selama tiga tahun sejak 2018 hingga 2020 mendatang. Sumber dananya dari Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
“Kegiatan awal sudah dimulai pada 2018 lalu berupa studi banding petani dan petugas ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao [Puslitkoka] di Jember, Jawa Timur, dan pelatihan budi daya kopi di Kelompok Tani Margo Mulyo Samigaluh,” ungkapnya, Kamis (17/1/2019).
Bantuan peralatan kebun dan pembangunan jaringan irigasi tanaman kopi turut terlaksana. Sementara untuk pendampingan teknologi pengolahan kopi dari Bank Indonesia telah membantu fasilitas dengan melibatkan LIPI Jogja, antara lain berupa peralatan pengolah kopi dan rumah atau bangunan tempat penjemuran kopi.
Bank Indonesia juga akan memberikan bantuan peralatan pengolah kopi yang rencananya senilai Rp175 juta yang berwujud alat pengupas kulit kopi, pengupas biji kopi, sortasi biji kopi, penepung kopi, penyangrai biji kopi dan mesin diesel untuk irigasi tanaman kopi. Ini dimaksudkan agar pengembangan produk aneka varian olahan kopi di kawasan menoreh bisa meningkat.
Bambang mengungkapkan pada tahun ini dan 2020 Bank Indonesa juga akan membantu beberapa bangunan fisik yang dibutuhkan untuk sarana prasarana. Di antaranya untuk pengolahan dan pemasaran kopi berupa bangunan rumah produksi kopi.
Ke depan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Bappeda, Dinas Pariwisata, DPUPKP serta Dinas Perdagangan bisa mendukung pembangunan fisik yang dibutuhkan dalam mewujudkan program ini. “Seperti areal parkir, musala, mandi cuci kakus, pembuatan bangket serta gazebo, yang memang sangat diperlukan,” papar Bambang.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Widi Astuti menambahkan untuk mendukung agrowisata berbasis kopi di Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, jawatannya tengah membuat desain detail dengan sumber dana penunjang dari dana APBD Perubahan 2018. Pada 2020 ditargetkan fasilitas fisik yang dibutuhkan untuk pengenmbangan tersebut segera dibangun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.