Adu Banteng Dua Truk di Sragen, Tiga Orang Terluka
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, BANTUL - Kondisi korban kecelakaan truk yang sengaja dikemudikan zig-zag atau lazim disebut dengan Kapten Oleng, sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan olehWelas Asih salah satu orang tua korban, Tri Irwantoro.
Sebelumnya dua pelajar SMP asal Dusun Jaten, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Viki Dwi Pratama dan Tri Irwantoro menjadi korban kecelakaan fenomena truk Kapten Oleng di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), Gadingsari, Sanden, Bantul pada Minggu (20/1/2019) petang. Kepolisian telah menahan Muhammad Faisal selaku pengemudi truk yang melakukan aksi Kapten Oleng tersebut. Sebelumnya, kecelakaan itu bermula saat truk bernomor polisi AB 8482 TK hendak pulang dari acara festival truk di Pantai Goa Cemara dan melakukan aksi Kapten Oleng yang dan lepas kendali dan mengakibatkan menabrak motor dari arah yang berlawanan.
Welas Asih yang juga orang tua Tri Irwantoro mengatakan, setelah kecelakaan menimpa, anaknya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat agar segera ditangani dengan luka di bagian wajah. Kebetulan anaknya yang juga pelajar kelas VII SMP 3 Pandak, Bantul itu masih dalam kondisi sadar, berbeda dengan temannya, Fiki saat itu tidak sadarkan diri. "Kalau anak saya waktu itu masih sadar," ucapnya saat ditemui Harian Jogja di rumahnya, Selasa (22/1/2019).
Sejak Minggu sore, anaknya, Tri Iwantoro dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih, sedangkan temannya yang juga menjadi korban, yaitu Fiki Dwi Pratama harus dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Solo untuk mendapatkan perawatan khusus.
Saat ini kondisi korban anaknya telah membaik. Tetapi ia belum sempat menengok karena masih mengurusi anaknya yang masih kecil di rumah. “Kondisi anak saya sudah membaik dan tidak mengalami koma, ini bapaknya lagi nungguin disana [Rumah Sakit Panti Rapih]. Tapi saya belum sempat menengok, soalnya harus jaga rumah dan ngurusin adik-adiknya yang masih kecil,” katanya.
Welas asih juga mengatakan, pada Selasa (22/1/2019) siang, ia juga telah mendapat kabar bahwa korban Fiki Dwi Pratama sudah sadarkan diri dari koma yang dialami setelah kejadian nahas tersebut. "Informasinya sudah sadar, tadi saya dapat info jam 10.00 [Selasa 22/1/2019]," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.