Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi Minapadi/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul terus mengembangkan program minapadi. Setelah dikembangkan di Kecamatan Ponjong, tahun ini akan diperluas ke wilayah Kecamatan Karangmojo.
Kepala Sarana Prasarana dan Budi Daya DKP Gunungkidul, Handoko, mengatakan untuk tahun ini pengembangan minapadi menyasar area pertanian seluas lima hektare. Rinciannya, satu hektare di wilayah Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, dan empat hektare dilaksanakan di Kecamatan Ponjong.
Menurut dia dari sisi area lahan yang dimanfaatkan lebih luas dibandingkan dengan program yang dilaksanakan pada 2018. “Tahun lalu hanya tiga hektare, tapi untuk sekarang diperluas menjadi lima hektare. Total pengembangan minapadi dilaksankaan di Kecamatan Ponjong dan Karangmojo,” kata Handoko kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).
Dia menjelaskan pengembangan minapadi di dua kecamatan karena lokasi kedua wilayah saling berdekatan dan memiliki debit air yang mencukupi. Selain itu dari sisi program wilayah Kecamatan Ponjong sudah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan, sedang Karangmojo masuk sebagai kawasan penyangga.
Rencananya untuk pengembangan kawasan minapadi Pemkab akan memberikan bantuan stimulan berupa benih, jaring dan pagar. “Dari lima hektare yang direncanakan, bantuan hanya diberikan untuk lahan seluas dua hektare. Ini lantaran pengembangan di lahan seluas tiga hektare di Ponjong sudah mendapatkan bantuan pada 2018,” katanya.
Disingung mengenai hasil dari minapadi, Handoko mengakui masih ada kendala. Salah satunya menyangkut ancaman hama regol atau yang dikenal di masyarakat dengan linsang. Menurut dia, hewan sejenis musang itu menjadi ancaman karena sering memangsa ikan yang dipelihara. “Ancaman linsang tidak hanya terjadi di Gunungkidul, tetapi di daerah lain seperti Sleman juga ada. Untuk mengantisipasi, kami sudah menyiapkan jaring dan pembuatan pagar dari bambu,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian, mengatakan jajarannya berkomitmen mengembangkan program minapadi. Menurut dia, pertanian terpadu ini memberikan banyak manfaat. Para petani bisa memanfaatkan air dari kolam ikan sebagai tambahan pupuk untuk pemeliharaan tanaman padi. Di sisi lain, petani juga dapat memperoleh dari hasil memelihara ikan.
“Ikan yang dihasilkan tidak hanya bisa dijual tetapi juga dapat dikonsumsi. Dengan begini, secara tidak langsung juga ikut mengampanyekan gerakan gemar makan ikan,” kata mantan Kepala Dinas Peternakan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.