Anak Butuh Orang Tua Bertipe Komunikatif

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Minggu, 03 Februari 2019 16:00 WIB
Anak Butuh Orang Tua Bertipe Komunikatif

Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY Nur Sasmito memberikan sambutan pada bedah buku yang digelar Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY di Balai Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Jumat (1/2).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar bedah buku di Balai Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Jumat (1/2/2019). Bedah buku dengan judul Prophetic Paranting tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai kebutuan anak terhadap orang tua yang komunikatif.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan BPAD DIY Juli Sugiarto mengungkapkan gelaran bedah buku di setiap desa bertujuan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Sejauh ini, BPAD sudah memberikan fasilitas buku ke setiap desa.

“Di setiap desa pun ada perpustakaan. Masyarakat bisa mencari informasi terkait dengan hal apa saja yang bermanfaat,” ungkapnya, Jumat. Dengan digelarnya bedah buku berjudul Prophetic Paranting untuk masyarakat Sentolo, harapannya masyarakat bisa paham mengenai pola asuh yang baik kepada anak.

Buku yang dibedah merupakan buku terjemahan. Buku tersebut menjelaskan pola asuh seperti yang diajarkan nab. Menurut Julli, pola asuh yang baik perlu diterapkan kepada anak guna menghindari hal-hal yang negatif seperti fenomena klithih atau kekerasan yang melibatkan anak.

Orang tua juga harus komunikatif pada anak. “Jangan sampai, ibu bapaknya sibuk main telepon seluler [ponsel]. Nanti anaknya susah untuk bersosialisasi karena tidak komunikatif,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY Nur Sasmito mengatakan melalui bedah buku Prophetic Paranting, orang tua bisa memahami perannya dalam mendidik anak. Ia berharap masyarakat bisa menerapkannya dan tidak sekadar dibaca sehingga jadi teori saja.

Perwakilan dari Penerbit Pro U Media yang menerbitkan buku Prophetic Paranting, Trianawati Nunung, menuturkan buku tersebut merupakan buku terjemahan yang cukup tebal dan masuk dalam penjualan yang laris.

“Penulis aslinya orang Arab. Dari buku itu diajarkan pendidikan kepada anak bermula dari kedua orang tuanya sejak menikah. Pintarnya anak dan akhlaknya baik itu tergantung orang tuanya dalam mendidik,” ujar Trianawati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online