Gerindra Sleman Bangun Kantor Baru, Targetkan Rampung Februari 2027
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
Ilustrasi, salah satu gunungan diarak keluar dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam proses Grebeg Besar, Rabu (23/8/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA- Memperingati 30 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X bertahta Keraton Ngayogyakarta akan menggelar perlehatan Akbar. Selain simposium internasional pada 5 Maret, keraton juga akan menggelar pameran manuskrip pada 7 Maret 2019.
Ketua Pelaksana Simposium Internasional GKR Hayu mengatakan simposium yang digelar pada 5-6 Maret di Grand Ballroom Royal Ambarrukmo Hotel Jogja, mengangkat tema Budaya Jawa dan Naskah Keraton Yogyakarta. Dalam simposium tersebut akan dikupas empat topik utama. Pertama persoalan sejarah berkaitan dengan peristiwa Geger Sepehi, kedua filologi pascageger Sepehi, ketiga pertunjukan seni dan naskah keraton, keempat topik sosial budaya.
"Sebenarnya sudah lama kami ingin melibatkan komunitas di luar keraton untuk menggelar kegiatan ini. Tetapi baru bisa dilakukan tahun ini, berbarengan dengan 30 tahun Sultan bertahta," katanya kepada wartawan di Bale Raos Jogja, Jumat (8/2).
Hayu menjelaskan peristiwa Geger Sepehi berdampak banyak terhadap Keraton Ngayogyakarta. Salah satu dampaknya, banyak peninggalan leluhur berupa naskah-naskah kuno hilang. Geger Sepehi sendiri merupakan peristiwa penyerbuan Kolonial Inggris ke Keraton Jogja pada tahun 1812. Akibat peristiwa ini, naskah kuno milik keraton banyak yang dibawa ke tanah Inggris. "Sejak peristiwa Geger Sepehi dari ribuan naskah awalnya, saat ini hanya tersisa tiga saja," ungkapnya.
Pihak Keraton sudah mencoba mendapatkan naskah kuno yang tersimpan di British Library. Hasilnya sejumlah naskah berbentuk digital akan diserahkan ke Keraton. Berbagai naskah itulah yang akan dibahas dalam simposium dan ditampilkan dalam pemeran naskah. Misalnya manuskrip tentang Teaching of Hamengku Buwono (HB) I yang berisi tentang cara memimpin dan pelajaran-pelajaran yang diajarkan raja pertama Kraton Mataram tersebut. Naskah kuno tersebut selama ini hilang dan baru ditemukan di British Library di Inggris.
Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya Keraton Ngayogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menjelaskan saat ini sebanyak 75 manuskrip mulai didigitalisasi. Naskah-naskah tersebut selain berada di Inggris juga di Belanda. "Digitalisasi naskah kuno ini sebagai titik awal mengembalikan manuskrip di sejumlah negara. Keraton mencoba mengumpulkan jejak sejarah yang selama ini hilang. Hal ini yang perlu dibanggakan masyarakat," kata Ketua panitia Mangayubagya 30 Tahun Masehi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X ini.
Selain pameran naskah dalam bentuk fisik, beberapa naskah yang diserahkan British Library akan ditampilkan dalam bentuk digital. Di antaranya babad, serat, cathetan warni-warni dari perpustakaan keraton, teks-teks bedhaya, srimpi, dan pethilan beksan. Pameran ini terbuka untuk umum mulai jam 09.00 WIB. Pengunjung hanya membayar biaya administrasi masuk ke Bangsal Pagelaran. Ada beberapa naskah yang akan dipamerkan di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton pada 7 Maret - 7 April 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, mendampingi guru, dan menciptakan sekolah aman.
BGN menargetkan 5.000 SPPG melayani MBG secara prasmanan pada akhir 2026. Sistem ini diuji coba untuk melihat efektivitas dan manfaatnya.
BPOB mendorong kolaborasi pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat untuk mengembangkan Borobudur Highland serta memperkuat ekonomi lokal Purworejo.
Sagrada Familia di Barcelona meraih skor 83 dalam studi Iglu Cruise, mengungguli Taj Mahal dan aurora borealis sebagai destinasi bucket list dunia.
Transmigran asal Jogja yang ditempatkan di Konawe Utara tak mendapat jatah hidup. Pemkot Jogja berencana mencari dukungan Baznas.