Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Bantuan bibit pohon pewarna alami dari Lions Club Puspita Mataram saat didistribusikan ke masyarakat di Bangsal Sewokoprojo, Senin (11/2/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul berkomitmen mengembangkan produksi batik di Bumi Handayani. Selain terus memberikan pendampingan, para perajin juga diberikan bantuan bibit pohon pewarna alami untuk mewarnai batik yang dihasilkan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, Sudodo, mengatakan Pemkab sangat berkomitmen untuk terus mengembangan industri batik di Gunungkidul. Menurut dia industri batik sejalan dengan program pengembangan kepariwisataan yang saat ini sedang digalakkan. “Batik dengan industri pariwisata bisa berjalan berdampingan karena kreasinya bisa menjadi cenderamata bagi wisatawan yang datang,” kata Sudodo, Senin (11/2/2019).
Menurut dia untuk pengembangan Pemkab tak hanya memberikan pendampingan serta mengikutkan perajin dalam pameran. Pemerintah berupaya memberikan bantuan salah satunya dengan menyerahkan bantuan bibit pohon pewarna alami.
Mantan Kepala Disdikpora ini menjelaskan bantuan bibit pewarna alami sangat penting karena bisa menjadi modal pengembangan batik tradisional yang ramah lingkungan. “Hari ini dibagikan 3.000 bibit pohon pewarna alami kepada warga di sentra kerajinan batik di Gunungkidul,” katanya.
Menurut dia bantuan benih ini terselenggara berkat kerja sama dengan Lions Club Puspita Mataram. “Rencananya ada 10.000 bibit yang akan dibagikan, tetapi untuk sekarang baru 3.000 bibit. Bantuan ini sangat bermanfaat karena mendukung pengembangan sentra batik di Gunungkidul,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Gunungkidul, Azis Saleh. Menurut dia bantuan dari Lions Clum Puspita Mataram merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi dengan Bupati Gunungkidul pada 28 Desember 2018. “Sekarang sudah direalisasikan dengan bantuan awal sebanyak 3.000 bibit hingga jumlah bantuan mencapai 10.000 bibit,” katanya.
Azis menuturkan bantuan yang diberikan langsung diserahkan kepada masyarakat yang masuk sentra kerajinan batik seperti di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen; Desa Mertelu dan Ngalang di Kecamatan Gedangsari. Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari bibit pohon mangga, jambu, manggis, nangka, buah naga dan indogofera. “Masing-masing memiliki warna alami sendiri. Misalnya jambu untuk pewarnaan abu-abu, durian untuk warna cokelat, manggis untuk warna merah atau indigofera untuk warna biru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.