Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Upacara Melasti yang digelar di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Selasa (19/2/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah di DIY menghadiri upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Selasa (19/2/2019). Melasti merupakan salah satu rangkaian upacara Hari Raya Nyepi yang bakal berlangsung 7 Maret 2019.
Melasti merupakan salah satu upacara keagamaan yang bertujuan menyucikan Buana Agung dan Buana Alit. Pantai Ngobaran dipilih sebagai tempat upacara Melasti karena memiliki atmosfer dan sejarah bagi umat Hindu. Pantai Ngobaran dipercaya sebagai tempat bertapa Raja Majapahit Prabu Brawijaya V untuk mencapai kesempurnaan hidup atau moksa.
Ketua Panitia Upacara Melasti, Sri Purwati, mengatakan Melasti di DIY diadakan sebanyak dua kali. Dia menjelaskan, upacara Melasti yang digelar di Pantai Ngobaran merupakan upacara awal yang dilaksanakan pada Purnamaning IX. "Upacara Melasti berikutnya digelar di Pantai Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, yakni saat Hari Raya Nyepi," kata Sri Purwati, Selasa (19/2).
Dia menuturkan, sehari menjelang Nyepi atau Rabu (6/3) dilaksanakan Tawur Kesanga di Candi Prambanan. Pada saat Hari Nyepi tiba ada empat pantangan yang harus dijalankan oleh umat Hindu. "Empat pantangan itu masing-masing amatigeni yakni menahan segala jenis hawa nafsu, amatikarya yakni setiap orang tidak boleh melakukan pekerjaan apapun saat Nyepi, amati lelanguan yang artinya tidak boleh menikmati hiburan, dan amati lelungan yang melarang orang bepergian saat Nyepi," ujarnya.
Sekadar diketahui, pemeluk agama Hindu di Kabupaten Gunungkidul berjumlah sekitar 3.000 orang. Sedangkan total pemeluk agama Hindu di DIY sekitar 5.000 orang. Upacara Melasti yang digelar di pantai Ngobaran, dihadiri kurang lebih 1.000 orang yang datang dari Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Kota Jogja.
Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gunungkidul, Iskanto, menyatakan umat Hindu adalah bagian dari FKUB yang terdiri dari agama lain juga. Dia menekankan bahwa FKUB tidak hanya menghormati ritual agama lain. "Setiap perayaan hari besar keagamaan lainnya harus didukung," kata Iskanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.