Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Gua Pindul, Gunungkidul./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menyatakan proses pengelolaan objek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, hingga saat ini belum padu. Hal ini terlihat dengan adanya dua pengelolaan untuk urusan retribusi dan jasa wisata susur gua.
Sekretaris Dispar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengakui pengelolaan objek wisata di Gua Pindul belum sinkron. Hal ini terlihat masih adanya dua kepengurusan dalam pengelolaan. Pertama, pengelolaan untuk retribusi masuk yang dikomandoi oleh pemerintah desa setempat. Kedua, urusan jasa wisata susur gua dikelola oleh BUMDes Maju Mandiri, Desa Bejiharjo.
Menurut Hary idealnya dalam pengelolaan bisa satu paket kepengurusan sehingga data yang tersaji bisa satu pintu dan tidak memiliki versi yang berbeda. Salah satunya berkaitan dengan jumlah pengunjung yang masuk. “Ini yang harus diselesaikan,” kata Hary, Senin (18/2/2019).
Dia menjelaskan jika kondisi ini terus terjadi maka kondisinya tidak baik sehingga harus ada solusi. Ke depan, kata Hary, Dispar bakal memediasi agar pengelolaan bisa satu pintu antara penarikan tiket retribusi masuk dan jasa wisata susur gua. “Kami bakal memfasilitasi karena jika dirunut semuanya masih dalam satu kesatuan. Jadi nantinya akan disinkronkan agar pengelolaan menjadi satu,” kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dispar Gunungkidul ini.
Disinggung mengenai tingkat kunjungan wisata di Gua Pindul, Hary mengakui pada Februari ini turun jika dibandingkan dengan kunjungan di Januari 2019. Menurut dia kondisi ini wajar karena di awal tahun masih ada momen liburan sehingga mendongkrak tingkat kunjungan. “Februari sedikit menurun, hingga pertengahan bulan kunjungan baru di angka 4.109 pengunjung. Pada Januari kunjungan mencapai 9.094 orang,” katanya.
Direktur BUMDes Maju Mandiri, Desa Bejiharjo, Saryanto, mengatakan, pihaknya hanya mengelola retribusi berkaitan dengan jasa wisata susur gua. Untuk retribusi masuk pengelolaannya ditangani Pemdes Bejiharjo. “Jadi ada dua, tiket masuk sendiri dan jasa susur gua sendiri. Keduanya memiliki pengelola sendiri,” kata Saryanto.
Untuk permasalahan ini ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dispar Gunungkidul selaku instansi teknis yang menangani masalah kepariwisataan. “Kami bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 19 Mei 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 19 Mei 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Gatal seluruh tubuh bisa jadi tanda gagal ginjal. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak dini.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 3 gol. Harry Kane, Mbappe, Haaland mengikuti dengan 2 gol. Simak daftar lengkapnya.
Jangan antre lagi, kini cek dan cetak Kartu Keluarga bisa dilakukan secara online. Simak panduan lengkap, cara aktivasi IKD, hingga tips cetak mandiri resmi.