Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Salah satu tambak udang milik petambak di Dusun Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Senin (18/2/2019).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Para petambak udang Glagah, Kecamatan Temon di selatan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang lahan tambaknya kena proyek sabuk hijau NYIA disarankan tak usah jadi petambak lagi.
Penyebabnya, tak ada lahan pengganti yang bisa dijadikan areal tambak baru bagi para petambak di selatan NYIA itu. Apalagi, areal tambak juga akan kena proyek penataan Pantai Glagah setelah NYIA beroperasi pada April mendatang.
“Mereka [petambak] bisa gabung ke kelompok usaha wisata atau nelayan. Kalau mau tetap jadi petambak dan minta relokasi ke tempat lain itu sangat sulit soalnya tidak ada lokasi pengganti,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarna, Selasa (26/2/2019).
Meski terdapat kawasan budi daya air payau sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Kulonprogo 2012-2032 di Pasir mendit, Kadilangu dan Trisik yang bisa menjadi tempat relokasi petambak, namun luasannya tidak mencukupi. Jika di kawasan pesisir Trisik ke barat atau wilayah pertambangan pasir besi saat ini masih terganjal regulasi RTRW.
Kalau ada penambahan luasan atau menambah kawasan budi daya air payau dimungkinkan bisa namun pengurusannya lama karena menyangkut RTRW yang diampu Pemda DIY. Mungkin kalau DPRD [Dewan Perwakilan Rakyat Daerah] Kulonprogo bisa mengusulkan hal itu ke Pemda DIY, saya malah seneng,” kata Sudarna.
Dia menegaskan saat ini posisi petambak udang di selatan bandara lemah secara hukum karena lokasi yang digunakan menjadi lahan tambak bukanlah kawasan peruntukan budi daya air payau. Selain itu, mereka juga berada di sempadan pantai yang notabene harus steril dari segala bentuk bangunan.
Kalaupun ingin tetap bisa menambak, Sudarna meminta agar ada koordinasi lintas sektor untuk menemukan solusi. Peran DPRD Kulonprogo selaku legislator masyarakat juga dibutuhkan. “Dengar-dengar Dewan mau membentuk panitia khusus relokasi, ya siapa tahu nanti bisa memecahkan masalah ini,” ucapnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan Pemkab bakal memulai penataan Pantai Glagah dengan menggusur seluruh bangunan meliputi hunian warga, hotel, warung dan tambak udang. Penggusuran ini rencananya dilangsungkan setelah NYIA diresmikan pada April mendatang.
“Penataan kan harus dimulai dengan penggusuran dan para petambak tidak dapat direlokasi karena tambak memang tidak boleh ada di Glagah. Glagah bukan tempat peruntukan budi daya,” ujarnya. Selain tambak, Hasto memastikan hotel-hotel di Pantai Glagah juga tidak akan mendapatkan relokasi karena tempat penginapan itu tidak berizin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.