Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi Palang Merah Indonesia/Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 50 unit Palang Merah Remaja (PMR) di wilayah Kabupaten Sleman resmi dikukuhkan. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Sunartono bersama Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (2/3/2019).
Pengukuhan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman Bersama dengan PMI Kabupaten Sleman untuk merealisasikan program PMI Pusat yaitu memasyarakatkan operasional Palang Merah hingga ke tingkat dasar.
“Merupakan agenda dari Kabupaten Sleman bersama PMI di dalam membumikan program dari PMI Pusat yaitu memasyarakatkan operasional palang merah sampai ke tingkat dasar,” terang Kepala Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Sunartono di Sleman.
Sunartono menjelaskan bahwa saat ini PMI Kabupaten Sleman fokus untuk mengukuhkan PMR yang sudah terorganisir seperti 50 unit yang saat ini dikukuhkan terdiri dari terdiri dari 17 unit Sekolah Dasar (PMR mula), 17 unit SMP (PMR Madya), dan 17 unit SLTA atau SMK (PMR wira) dengan jumlah anggota keseluruhan 1530 anggota.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin dari masing-masing sekolah ini menjadi program rutin sehingga dengan demikan kegiatan ini tidak hanya seremonial tapi juga bisa di realisasikan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, mengatakan yang hadir dan menyaksikan langsung pengukuhan tersebut mengucapkan selamat kepada unit PMR yang hari ini dikukuhkan menjadi unit PMR tingkat Mula, Madya, dan Wira.
“Dengan dikukuhkannya unit PMR ini saya harapkan dapat menjadi wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMR. Giat PMI yang dilakukan sejak dini akan menumbuhkan kepedulian dan mengembangkan karakter kepalangmerahan agar siap menjadi relawan PMI di masa mendatang," katanya.
Sri Muslimatun juga menyampaikan bahwa keberadaaan unit PMR di sekolah mulai dari tingkat dasar hingga Sekolah Menengah Atas dapat memudahkan sosialisasi berbagai program kesehatan yang tengah dilakukan oleh Pemkab Sleman atau oleh PMI Sleman.
“Oleh karena itu saya menghimbau kepada para guru, pendidik dan pihak sekolah untuk lebih aktif dan kreatif dalam mengembangkan kegiatan PMR di lingkungannya masing-masing," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.