Iran Ubah Doktrin Militer, Kini Siap Balas Serangan Musuh
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Wisatawan berlarian saat gelombang tinggi menerjang di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (20/7/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JAKARTA -- Dalam tiga hari ke depan, gelombang dengan ketinggian sedang hingga tinggi yaitu empat meter masih berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia.
Informasi dari Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Senin (4/3/2019), bahwa BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi tersebut hingga Kamis (7/3/2019).
Terlihat adanya pola tekanan rendah 1007 hPa teridentifikasi di Samudera Hindia Barat Daya Banten dan daerah konvergensi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Laut Jawa, Laut Banda dan Papua. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu - Pulau Enggano, Selat Makassar bagian tengah, Perairan utara Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud yang berpengaruh pada peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 1,25 - 2,5 meter (sedang), di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Pesisir Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias.
Juga di Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Selatan Bali hingga Sumbawa, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Laut Sawu dan Selat Sumba bagian Barat.
Begitu juga di Samudera Hindia Selatan NTT, Perairan Utara Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan NTT, Perairan Utara Jawa Timur, Laut Jawa bagian Timur, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian Tengah dan Utara, Perairan Kalimantan Timur, Laut Sulawesi, Perairan Timur Bitung-Manado Serta di Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.
Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5 - 4 meter (tinggi), seperti Perairan Barat Pulau Enggano, Samudra Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Selat Bali-Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.