Prabowo Minta Hilirisasi IWIP Tak Abaikan Lingkungan, Air dan Udara Jadi Perhatian
Presiden Prabowo meminta pengembangan hilirisasi di IWIP tetap memperhatikan lingkungan, termasuk kualitas air, udara, keselamatan, dan pengelolaan limbah.
Wisatawan berlarian saat gelombang tinggi menerjang di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (20/7/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JAKARTA -- Dalam tiga hari ke depan, gelombang dengan ketinggian sedang hingga tinggi yaitu empat meter masih berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia.
Informasi dari Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Senin (4/3/2019), bahwa BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi tersebut hingga Kamis (7/3/2019).
Terlihat adanya pola tekanan rendah 1007 hPa teridentifikasi di Samudera Hindia Barat Daya Banten dan daerah konvergensi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Laut Jawa, Laut Banda dan Papua. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu - Pulau Enggano, Selat Makassar bagian tengah, Perairan utara Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud yang berpengaruh pada peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 1,25 - 2,5 meter (sedang), di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Pesisir Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias.
Juga di Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Selatan Bali hingga Sumbawa, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Laut Sawu dan Selat Sumba bagian Barat.
Begitu juga di Samudera Hindia Selatan NTT, Perairan Utara Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan NTT, Perairan Utara Jawa Timur, Laut Jawa bagian Timur, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian Tengah dan Utara, Perairan Kalimantan Timur, Laut Sulawesi, Perairan Timur Bitung-Manado Serta di Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.
Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5 - 4 meter (tinggi), seperti Perairan Barat Pulau Enggano, Samudra Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Selat Bali-Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo meminta pengembangan hilirisasi di IWIP tetap memperhatikan lingkungan, termasuk kualitas air, udara, keselamatan, dan pengelolaan limbah.
Disdik Sleman mencatat kekurangan 287 guru SD dan SMP. Pemerataan tenaga pendidik dan kerja sama dengan perguruan tinggi disiapkan.
Pertamina mengandalkan B50 untuk menekan impor solar 18 juta kiloliter, menghemat devisa Rp170 triliun, dan mengurangi emisi pada 2026.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.