Kekeringan: Distribusi Air Bersih Pemkab Sleman Belum Maksimal
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Ilustrasi./Reuters-Dylan Martinez
Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang pria bernama Ari Wibowo, 49, warga Semarang, Jawa Tengah ditangkap jajaran Ditreskrimum Polda DIY sekitar dua minggu lalu di wilayah Condongcatur, Sleman. Ia ditangkap lantaran melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan tindak pidana pencucian uang dengan total kerugian hingga Rp2.4 miliar rupiah.
Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo menjelaskan pelaku Ari Wibowo merupakan Direktur PT. Godha Properti yang beralamat di Condongcatur, Depok, Sleman. Dalam menjalankan aksinya, pelaku bermodus dengan menawarkan perumahan dan rumah kepada para konsumen, saat korban sudah tertarik dan melakukan pembayaran, perumahan atau rumah tersebut tidak dibangun.
"Korban yang melapor ada banyak, di Polres Sleman ada empat Laporan Polisi [LP], di Ditreskrimum Polda DIY ada lima LP, dan ada juga di Ditkrimsus Polda DIY," kata Hadi Utomo, Senin (4/3/2019).
Hadi Utomo menjelaskan, laporan polisi tersebut ada yang sejak 2014, 2016, 2017, dan 2018. Saat melakukan aksinya, kata Hadi, pelaku berpindah-pindah tempat.
"Sekitar dua minggu lalu, pelaku berhasil kami tangkap di wilayah Condongcatur Sleman, kami mengamankan barang bukti dokumen-dokumen perjanjian dan beberapa slip setoran transfer," kata Hadi
Untuk itu, Hadi mengimbau, agar masyakarat lebih berhati-hati ketika mendapatkan penawaran yang mencurigakan.
"Pelaku ini mengaku bekerja sendiri, ini masih kami kembangkan kasusnya, apakah ini sindikat atau apa. Kemungkinan korban juga bisa bertambah," tambah dia.
Salah seorang korban, Ratih Sri, mengaku mendapatkan penawaran dari pelaku di bandara saat ia tiba di Jogja, saat itu, ia diberikan brosur. "Iya saya percaya saja awalnya, namun sampai sekarang bangunan yang dijanjikan tidak kunjung ada," jelas dia.
Sementara itu, pelaku Ari Wibowo berdalih bahwa ia gagal melakukan serah terima bangunan kepada konsumen dikarenakan ia salah menghitung di pajak. "Jadi kas perusahaan banyak yang tersedot untuk membayar pajak," ujar dia
Saat ini, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam di Mapolda DIY dan diancam dengan pasal 378 KUHP JO pasal 65 ayat (1) atau pasal 372 KUHP JO pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 62 UU No.8/1999 Tentang perlindungan konsumen atau pasal 137 UU No.1/2011 Tentang perumahan dan kawasan pemukiman atau pasal 3 dan 4 UU No.8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
iPhone Fold disebut baru meluncur September 2026, sementara Huawei, Vivo, Oppo, dan Honor lebih dulu memanaskan pasar HP lipat layar lebar.
Arab Saudi melalui PIF resmi menjadi sponsor Piala Dunia 2026 dan memperkuat pengaruhnya di sepak bola global.
Kebiasaan langsung cek ponsel saat bangun tidur bisa menjadi tanda kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental dan fokus.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.