Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi usaha kerajinan./Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, DLINGO--Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, mengajak kaum ibu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Bantul, untuk maju dan mandiri di bidang ekonomi dengan mengembangkan semua potensi yang ada di sekitar.
Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Pengarusutamaan Gender pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, DP3AP2 DIY, Titik Sofijayanti Malah, mengatakan banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan di Jatimulyo, di antaranya adalah permebelan dan jajanan pasar, serta makanan tradisional yang selama ini sudah dilakukan warga.
Potensi itu diakui Malah, sapaan akrab Titik Sofijayanti Malah bisa menjadi pendapatan tambahan keluarga, "Potensi ini yang kadang dilupakan. Padahal jika dikemas bagus bisa menjadi pendapatan. Maka kami dorong untuk mengembangkannya," kata Malah disela-sela acara inisiasi dan sosialisasi program Desa Prima di Dusun Semutan, Balai Desa Jatimulyo, Dlingo, Senin (5/3/2019).
Desa Prima atau Perempuan Indonesia Mandiri merupakan program untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan melalui peningkatan produktivitas ekonomi agar tercipta kehidupan lebih baik. Malah mengatakan yang menjadi sasaran program Desa Prima adalah perempuan dari keluarga miskin dengan harapan terjadi penurunan tingkat kemiskinan di wilayah yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi.
Desa Jatimulyo merupakan salah satu desa di Kecamatan Dlingo, Bantul yang tingkat kemiskinannya mencapai lebih dari total jumlah penduduk di desa tersebut. "Melalui program ini diharapkan perempuan semakin berperan dalam meningkatkan kualitas hidup," kata Malah.
Kasi Pelayanan Desa Jatimulyo, Sukardi mengatakan sekitar 1.800 kepala keluarga dengan total sekitar 8.000 jiwa di desanya. Sebagian besar masyarakatnya adalah bertani. Namun sejak dua tahun terakhir mulai bergeser ke industri permebelan dan pariwisata.
Menurut dia sebenarnya di Desa Jatimulyo banyak potensi budaya dan kesenian. Namun pamor Desa Jatimulyo masih kalah dengan desa tetangga seperti Desa Terong dan Desa Muntuk, sehingga Desa Jatimulyo masih masuk kategori desa tertinggal karena kemiskinannya masih banyak. "Harapannya dengan adanya program Desa Prima ini kehidupan masyarakat meningkat," kata Sukardi.
Selain Titik Sofijayanti Malah dan Sukardi, narasumber dalam sosialisasi dan inisiasi program Desa Prima tersebut adalah Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Yoserizal. Ia mengatakan pembekalan dan motivasi pengembangan usaha dalam program Desa Prima dapat membangkitkan kaum ibu untuk meningkatkan usaha.
Ada 25 kaum ibi dari Desa Jatimulyo yang akan didampingi untuk mengembangkan usaha. Setelah pendampingan, mereka nantinya juga akan diberikan modal sebesar Rp37 juta untuk mengembangkan usahanya. Tidak hanya hibad dari DP3AP2, namun kelompok Desa Prima nantinya bisa dibantu oleh pemerintah desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.