Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi usaha kerajinan./Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, DLINGO--Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, mengajak kaum ibu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Bantul, untuk maju dan mandiri di bidang ekonomi dengan mengembangkan semua potensi yang ada di sekitar.
Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Pengarusutamaan Gender pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, DP3AP2 DIY, Titik Sofijayanti Malah, mengatakan banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan di Jatimulyo, di antaranya adalah permebelan dan jajanan pasar, serta makanan tradisional yang selama ini sudah dilakukan warga.
Potensi itu diakui Malah, sapaan akrab Titik Sofijayanti Malah bisa menjadi pendapatan tambahan keluarga, "Potensi ini yang kadang dilupakan. Padahal jika dikemas bagus bisa menjadi pendapatan. Maka kami dorong untuk mengembangkannya," kata Malah disela-sela acara inisiasi dan sosialisasi program Desa Prima di Dusun Semutan, Balai Desa Jatimulyo, Dlingo, Senin (5/3/2019).
Desa Prima atau Perempuan Indonesia Mandiri merupakan program untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan melalui peningkatan produktivitas ekonomi agar tercipta kehidupan lebih baik. Malah mengatakan yang menjadi sasaran program Desa Prima adalah perempuan dari keluarga miskin dengan harapan terjadi penurunan tingkat kemiskinan di wilayah yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi.
Desa Jatimulyo merupakan salah satu desa di Kecamatan Dlingo, Bantul yang tingkat kemiskinannya mencapai lebih dari total jumlah penduduk di desa tersebut. "Melalui program ini diharapkan perempuan semakin berperan dalam meningkatkan kualitas hidup," kata Malah.
Kasi Pelayanan Desa Jatimulyo, Sukardi mengatakan sekitar 1.800 kepala keluarga dengan total sekitar 8.000 jiwa di desanya. Sebagian besar masyarakatnya adalah bertani. Namun sejak dua tahun terakhir mulai bergeser ke industri permebelan dan pariwisata.
Menurut dia sebenarnya di Desa Jatimulyo banyak potensi budaya dan kesenian. Namun pamor Desa Jatimulyo masih kalah dengan desa tetangga seperti Desa Terong dan Desa Muntuk, sehingga Desa Jatimulyo masih masuk kategori desa tertinggal karena kemiskinannya masih banyak. "Harapannya dengan adanya program Desa Prima ini kehidupan masyarakat meningkat," kata Sukardi.
Selain Titik Sofijayanti Malah dan Sukardi, narasumber dalam sosialisasi dan inisiasi program Desa Prima tersebut adalah Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Yoserizal. Ia mengatakan pembekalan dan motivasi pengembangan usaha dalam program Desa Prima dapat membangkitkan kaum ibu untuk meningkatkan usaha.
Ada 25 kaum ibi dari Desa Jatimulyo yang akan didampingi untuk mengembangkan usaha. Setelah pendampingan, mereka nantinya juga akan diberikan modal sebesar Rp37 juta untuk mengembangkan usahanya. Tidak hanya hibad dari DP3AP2, namun kelompok Desa Prima nantinya bisa dibantu oleh pemerintah desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.