Juventus Menang Tipis 1-0 di Markas Lecce, Vlahovic Cetak Gol Kilat
Juventus menang 1-0 atas Lecce di Serie A. Gol cepat Vlahovic jadi penentu kemenangan Bianconeri di pekan 36 Liga Italia.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka Simposium Internasional terkait Budaya Jawa dan Naskah Keraton di Royal Ambarukmo Hotel, Selasa (5/3/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah rekomendasi dihasilkan dari Simposium Internasional Budaya Jawa dan Naskah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa (5/3/2019) sampai Rabu (6/3/2019). Salah satunya, Kraton Jogja akan bekerja sama dengan institusi pendidikan tinggi dan akademis dalam pengkajian naskah dan digitalisasi.
Saat pembukaan simposium yang merupakan rangkaian dari Tingalan Jumenengan Dalem ke-30 Sultan HB X tersebut, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menandatangani kerja sama dengan UNY salah satunya terkait dengan pengkajian naskah-naskah bersejarah milik Keraton. Akan tetapi Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa mengusulkan agar ada perluasan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam pengkajian dan penelitian naskah-naskah kuno milik keraton.
"Kami menyambut baik untuk terlibat dalam pengkajian manuskrip kraton. Kraton sebagai pusat budaya bisa memberikan pendidikan karakter bagi mahasiswa. Cuma kami usulkan, ada pelibatan kampus lain," kata dia, Kamis (7/3/2019).
Pengembangan kerja sama dengan kampus-kampus lainnya, lantaran manuskrip kuno yang dimiliki keraton tidak hanya berasal dari satu disiplin keilmuan, melainkan ada beberapa disiplin keilmuan lainnya seperti arsitektur dan lainnya.
Tujuannya untuk mendukung pelestarian budaya Jawa dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat agar terus dijaga dan dikembangkan untuk masa depan yang lebih baik. "Kami menggunakan pendekatan kajian filologi. Tapi naskah tersebut bisa dikaji dalam berbagai bidang. Bisa dibuat satu tim dari berbagai bidang. Ini tidak bisa dipisah-pisah," katanya.
Sementara itu, di hari kedua, Rabu (6/3) pelaksanaan simposium dibuka dengan gelar wicara bertema Keraton Milenial: Rekonstruksi Tradisi di Era Kekinian. Setidaknya ada dua orang putri kerajaan dihadirkan, yakni GKR Hayu dan GKR Bendara.
Dalam talkshow tersebut, GKR Hayu menjelaskan upaya keraton dalam penyebaran informasi dan pendekatan sosial kepada masyarakat melalui media sosial. Penyebaran informasi keraton melalui media sosial, yang dimulai sejak 2015 diharapkan dapat diakses dengan mudah bagi semua orang dan berbagi wawasan, pengetahuan, dan kegiatan Kraton Jogja. “Mendekatkan apa yang selama ini Kraton Jogja terlihat misterius, eksklusif, mistis, atau sebagainya, kami olah informasinya dan kita masukkan ke media sosial," ujar Hayu.
Dia menjelaskan selain penyebaran informasi terkait kegiatan keraton, media sosial Keraton juga menyebarkan informasi yang berbasis akademik. “Di Kraton Jogja, saya minta approach seputar educational. Sehingga pembahasannya dapat seperti, jenis-jenis tanaman yang ada di Kraton, artinya apa, filosofinya apa, mengapa ada di situ, ada di mana saja, dan sebagainya,” ujar Hayu.
Acara simposium dilanjutkan dengan presentasi mengenai seni pertunjukan dan sosial budaya Keraton. Materi disampaikan oleh para peneliti budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, salah satunya profesor Emeritus of Music dari Grinnell College, Amerika Serikat, Roger Vetter dengan topik Gamelan Jawa.
Selain gamelan Jawa, tari beksan lawung dan wayang orang juga jadi topik dalam materi seni pertunjukan yang diisi oleh peneliti budaya Kraton dari dosen perguruan tinggi di Indonesia.
Untuk sesi sosial budaya, terdapat materi mengenai sistem pengobatan tradisional, ideologi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitigasi tsunami, serta gempa dan gerhana dalam naskah primbon. Materi disampaikan oleh beberapa peneliti sosial budaya Kraton Jogja.
Ketua Panitia Mangayubagya Sri Sultan HB X 30 Tahun Bertakhta, GKR Hayu mengatakan upaya pengembalian naskah kuno milik Kraton ini juga tantangan tentang kemampuan untuk merawat. Dengan dikembalikannya sebagian kecil naskah oleh British Library, Kraton Jogja ingin membuktikan pemanfaatan dan perawatannya.
“Dengan hanya dikasih file digitalnya, kami ingin menunjukkan kalau kami juga bisa memanfaatkan itu untuk berbagai kegiatan, seperti simposium, bedah naskah, hingga mungkin saja bisa menghasilkan rekonstruksi tari. Yang jelas tidak diam saja,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Juventus menang 1-0 atas Lecce di Serie A. Gol cepat Vlahovic jadi penentu kemenangan Bianconeri di pekan 36 Liga Italia.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.