Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Pamong membawa glondong pangarem-arem dalam kirab Mangayubagya 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan HB X, di Bangsal Pagelaran Kraton, Kamis (2/4/2026)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA — Ribuan pamong kalurahan/kelurahan, kemantren/kapanewon, serta Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) mengikuti kirab Mangayubagya dalam rangka memperingati 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan HB X di Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta, Kamis (2/4/2026).
Dalam kirab tersebut, para peserta mempersembahkan glondong pangarem-arem berupa hasil bumi dan produk UMKM sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Kirab dimulai dari tiga titik berbeda, yakni kawasan Malioboro untuk peserta dari Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul; Jalan Senopati untuk Bantul; serta Jalan KH Ahmad Dahlan untuk Kulonprogo. Rombongan mulai bergerak sekitar pukul 07.00 WIB dan berkumpul di Titik Nol Kilometer sebelum berjalan menuju Pagelaran Kraton melalui sisi timur Alun-Alun Utara.
Sri Sultan HB X bersama GKR Hemas dan keluarga tiba di Pagelaran Kraton sekitar pukul 07.45 WIB. Sekitar 10 menit kemudian, Ketua Paguyuban Lurah Nayantaka, Gandang Hardjanata, melaporkan kesiapan acara kepada Sri Sultan sebagai tanda dimulainya prosesi inti.
Prosesi diawali oleh pamong dari Kota Jogja yang membawa beragam glondong pangarem-arem, mulai dari produk UMKM seperti keripik, roti, onigiri, wedang uwuh, hingga hasil olahan ikan.
Sebanyak 45 kelurahan dari 14 kemantren di Kota Jogja secara bergiliran menghadap Sri Sultan, memberikan penghormatan, dan menyerahkan hasil bumi yang dibawa. Setelah itu, kirab dilanjutkan oleh perwakilan dari Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul.
Berbagai hasil bumi turut diarak, di antaranya sayuran seperti kangkung, kubis, kacang panjang, sawi, terong, hingga pare. Selain itu, peserta juga membawa buah-buahan seperti pisang, pepaya, nanas, dan buah naga, serta komoditas pangan seperti padi, singkong, dan jagung.
Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata menyampaikan bahwa kirab ini merupakan wujud cinta dan penghormatan masyarakat kepada Sri Sultan HB X yang dinilai telah memberikan teladan kepemimpinan.
“Kami berharap bisa memberikan sumbangsih berupa semangat kepada beliau sekaligus ucapan terima kasih,” ujarnya.
Jumlah peserta kirab diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang, menjadikannya salah satu kirab terbesar yang pernah digelar sejak masa kemerdekaan. Setiap kalurahan/kelurahan mengirimkan sekitar 20–30 orang sebagai perwakilan.
“Ini momentum monumental, di mana pemerintah kalurahan bersama warganya sowan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ngarso Dalem,” katanya.
Seluruh hasil bumi yang dipersembahkan dalam kirab tersebut nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui bupati dan wali kota di masing-masing wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.