Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
etua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Lasana, saat menyampaikan materi dalam diskusi dan bedah buku Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat Sebuah Pendekatan Konsep di Balai Desa Seloharjo, Pundong, Bantul, Selasa (19/3/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Banyak potensi wisata di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong yang dapat dikembangkan masyarakat dan menjadi daya ungkit perekonomian. Namun pengelolaan wisata jangan hanya asal kelola melainkan perlu dipersiapkan agar memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat sekitar.
"Karena itu perlu ada perencanaan jangka pendek, menengah, dan jangka panjangnya. Dirembuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Bantul, Ni Nyoman Yudiriani, dalam diskusi dan bedah buku, Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat Sebuah Pendekatan Konsep, di Balai Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul, Selasa (19/3).
Sejumlah objek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan di Seloharjo di antaranya adalah Gua Jepang, sebuah gua peninggalan zaman penjajah di Pedukuhan Surocolo, Ngerco, dan Poyakan. Ada 17 gua di lokasi tersebut yang sudah masuk dalam cagar budaya. Selain itu ada dua air terjun di Pedukuhan Kalipakem dan Pedukuhan Dermojurang.
Nyoman melihat objek wisata itu menjadi daya tarik khusus yang tidak dimiliki di tempat lain karena ada asek sejarahnya yang perlu ditonjolkan untuk wisatawan. Dinasnya siap mendampingi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar pengelolaan wisata dilakukan secara profesional. "Seni budayanya juga tidak lupa perlu ditampilkan untuk menambah daya tarik," kata dia.
Senada, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Yoeke Indra Agung Laksana mengatakan bahwa industri pariwisata dan industri kreatif di DIY menjadi daya gerak ekonomi masyarakat. Menurut dia DIY merupakan daerah kecil yang tidak memiliki sumber daya alam seperti tempat lainnya. Maka kemandirian, kreatifitas dan inovasi di bidang industri kreatif dan pariwisata menjadi dibutuhkan.
Untuk industri kreatif, Yoeke melihat lumayan maju. Terlihat dari tingginya ekspor kerajinan yang mencapai lebih dari 50%. Industri pariwisata juga sudah menggeliat. Hanya masih perlu ditingkatkan, "Perekonomian masif jika industri kreatifitas dan pariwisatanya berkalaborasi," kata Yoeke.
Kepala Dinas Perpustakaan Daerah (DPAD) DIY, Monika Nur Lastiyani mengatakan sengaja menggelar bedah buku tersebut soal pariwisata karena pihaknya melihat Desa Seloharjo merupakan salah satu desa yang banyak potensi wisatanya.
Ia berharap dari bedah buku tersebut, masyarakat selain gemar membaca buku, juga tersulut untuk mengembangkan pariwisata sesuai dengan peluang yang ada dan diperkaya dengan panduan dalam buku tersebut. Selain melalui buku, kata Monika, DPAD DIY juga sengaja menghadirkan para narasumber ahli dan konsen dalam bidang pariwisata.
Dengan keikutsertaan masyarakat dalam mengelola wisata maka bisa menambah pendapatan. "Sekecil apapaun kami dari DPAD DIY ingin berberan mebantu masyarakat mengurangi kemiskinan," kata Monika.
Dia mengaku bedah buka terkait dengan potensi yang ada di masyarakat yang sudah digelar selama ini sudah ada dampaknya. "Kami senang sekali masyarakat dapat manfaatnya," ujar dia.
Diskusi dan bedah buku tersebut juga menghadirkan pengelola wisata Tebing Breksi Sleman, Mujiman; Nur Indah Kurniawati dari Graha Ilmu; dan Kepala Desa Seloharjo, Marhadi Bahrun. "Kami sedang fokus mengembangkan empat obyek wisata di Seloharjo," kata Badrun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.