Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi/Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, WONOSARI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengakui upaya preventif terkait dengan bunuh diri belum berjalan dengan baik. Pemkab perlu dukungan dari berbagai pihak untuk menanggulangi bunuh diri.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sudodo, mengatakan pemkab telah mengupayakan langkah untuk penanggulangan bunuh diri dengan mengeluarkan Perbup dan membentuk satuan tugas (satgas).
Ia mengakui kendala yang dihadapi saat ini adalah tidak memiliki personil atau satuan kerja yang bisa menyasar warga dari rumah ke rumah. “Terutama untuk melakukan pengamatan atau deteksi dini gejala-gejala di tengah yang mengarah pada risiko tindakan bunuh diri,” katanya Senin (25/3/2019).
Menurut Sudodo, dilihat dari hasil riset, penyebab kejadian bunuh diri banyak diantaranya karena faktor depresi. “Salah satu yang menjadi pemicu depresi seperti ekonomi, sakit menahun, permasalahan sosial, dan gangguan jiwa,” ujarnya.
Sudodo menambahkan, pencetus tindakan bunuh diri erat atau merupakan bagian dari permasalahan kesejahteraan sosial. Jajarannya sudah melakukan pemetaan siapa saja yang masuk ke dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), namun demikian pada prakteknya ada masyarakat yang menolak untuk dimasukkan ke dalam PMKS.
“Jumlah PMKS di Gunungkidul ada 38.253 orang. Sedangkan 18.420 diantaranya adalah lansia yang terlantar,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), Jaka Yanuwidiasta, mengungkapkan data peristiwa bunuh diri di Gunungkidul sejak tahun 2015 hingga 2017 faktor risikonya karena depresi 43%, sakit fisik menahun 26%, tidak ada keterangan 16%, gangguan jiwa 6%, ekonomi 5%, dan masalah keluarga 4%. “Apabila dilihat dari statistik kejadian, bunuh diri meliputi sebaran kejadian, pola geografis, dan pola kejadian semestinya dapat menjadi pemahaman bahwa kejadian bunuh diri adalah permasalahan sosial,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul pada tahun 2016 sampai 2018 tercatat 68 orang telah melakukan bunuh diri. Sedangkan sampai akhir Maret tahun ini sudah ada 14 kejadian bunuh diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.