Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya memanfaatkan potensi sungai bawah tanah guna memasok kebutuhan air bersih di wilayah yang rawan kekeringan. Sayangnya, upaya ini terkendala oleh kedalaman sungai dari permukaan tanah, sehingga pemanfaatannya belum maksimal.
Salah satu contoh pemanfaatan sungai bawah tanah yakni bendungan bawah tanah di Gua Bribin yang berlokasi di Dusun Ngalangombo, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu. Proyek ini merupakan kerja sama Universitas Karlsruhe Jerman, Universitas Gadjah Mada dan Pemda DIY.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Hananto Hadi Purnomo, mengatakan dibutuhkan peralatan yang canggih untuk menaikkan air sungai bawah tanah ke permukaan. Menurutnya, untuk mendatangkan peralatan tersebut dari Jerman perlu biaya yang besar.
"Contohnya pompa air dari Jerman yang dipasang di bendungan Gua Bribin alatnya tidak dijual di Indonesia," ujar Hananto, seusai menghadiri peringatan Hari Air Sedunia di Telaga Jonge, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kamis (28/3/2019).
DPUP-ESDM DIY, menurut Hananto, masih perlu mengkaji pemanfaatan sungai bawah tanah. Untuk saat ini, menurut Hananto, jajarannya bakal mengembangkan air dari Banyusoca, Kecamatan Playen. "Untuk saat ini pengembangannya di titik itu dulu [pemanfaatan air sungai di Banyusoca]. Karena untuk pemanfaatan sungai bawah tanah kami harus meneliti kontinuitasnya," katanya.
Saat disinggung mengenai jumlah sungai bawah tanah yang ada di Bumi Handayani, dia menyatakan harus membuka kembali penelitian yang pernah dilakukan. "Dulu metodenya menggunakan bahan kimia dan kemudian dilacak memakai satelit tapi biayanya tidak murah. Kami juga perlu memutakhirkan kondisi sungai bawah terkini seperti yang ada di Pantai Ngobaran dan Gua Seropan," kata dia.
Bupati Gunungkidul, Badingah, menyatakan jika air dari sungai bawah tanah dapat dipompa ke atas, maka sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Terutama untuk mendukung program Pemkab untuk mewujudkan pola hidup bersih sehat [PHBS]," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Jadwal AVC Men’s Champions League 2026 hari ini menghadirkan duel Jakarta Bhayangkara Presisi vs Zhaiyk VC di Pontianak.
Oxford United melepas 10 pemain usai degradasi. Ole Romeny aman hingga 2028, sementara kontrak Marselino Ferdinan segera habis.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.