Antisipasi Banjir, Luweng Di Semanu Perlu Dibersihkan

Demi menyelamatkan hasil panen, sejumlah warga nekat menyeberangi banjir yang merendam area pertanian di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Senin (18/3/2019) - Harian Jogja/david Kurniawan
24 Maret 2019 20:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Banjir yang terjadi di beberapa titik di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, diduga terjadi lantaran tersumbatnya sejumlah luweng yang selama ini menjadi jalan masuk air hujan menuju sungai bawah tanah. Untuk mengantisipasi berulangnya banjir, sejumlah luweng yang berada di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, perlu dibersihkan.

Kepala Desa (Kades) Pacarejo, Suhadi, mengatakan apabila hujan turun dalam waktu yang cukup lama maka selalu memunculkan genangan air. Genangan air tersebut seharusnya bisa mengalir ke luweng-luweng yang ada.

"Namun karena kondisi luweng tersumbat sampah, akar pohon, serta tanah yang mengendap di mulut luweng membuat air tidak dapat mengalir dengan baik ke dalam luweng," ujar Suhadi, Minggu (24/3/2019)

Menurut Suhadi, luweng yang ada di desanya rata-rata berbentuk vertikal. Berdasar pendataan, ada lima luweng yang mendesak untuk dibersihkan. Lima luweng tersebut masing-masing Luweng Jawa, Luweng Gunung Ringin, Luweng Curug, Luweng Lumbung, dan Luweng Telaga Ledok.

Menurut Suhadi jajarannya telah menyampaikan rencana pembersihan luweng melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang tercantum dalam daftar usulan rencana kerja (DURK). "Dalam usulan tersebut tentu ada anggaran yang cukup besar, maka realisasinya belum dapat diwujudkan," kata dia. Suhadi menambahkan pembersihan luweng merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi dampak banjir di desanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, menyatakan pembersihan luweng membutuhkan koordinasi lintas sektoral. "Tidak bisa hanya dikerjakan oleh BPBD, perlu bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan rakyat Kawasan Permukiman [DPUPRKP] Gunungkidul," katanya.

Menurut Edy, membersihkan luweng perlu mengukur panjang aliran sungai yang ada di dalam luweng. BPBD bisa membersihkan tetapi hanya sebatas mulut luweng. Melihat kedalaman luweng yang berbeda-beda, maka butuh kerja sama dengan semua pihak.