Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul memetakan masih ada ribuan rumah yang tidak layak huni (RTLH) di Bantul. Meski begitu lantaran anggaran yang terbatas, penanganan rumah tidak layak huni masih minim.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Bantul, Erwin Prasmanta menuturkan masih ada 1.585 unit RTLH di Bantul. Dari jumlah tersebut, Kapanewon Sanden menduduki kapanewon dengan jumlah RTLH tertinggi di Bantul. Disana ada 155 unit RTLH.
"Kondisi RTLH di Kapanewon Sanden sebagian besar kondisi bangunan tidak berstruktur dengan pasangan baru bata tanpa semen atau hanya [di] pasang [dengan] tanah," ujarnya, Jumat (26/4/2034).
Dia menuturkan Pemkab Bantul dalam beberapa tahun terakhir mengucurkan anggaran untuk penanganan RTLH. Pada 2023 Pemkab Bantul mengucurkan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya di Bantul mencapai Rp3,1 miliar. Jumlah tersebut untuk menangani 155 unit RTLH.
Sementara 2024 Pemkab Bantul menganggarkan sekitar Rp1,9 miliar untuk penanganan 99 unit RTLH. Dengan anggaran tersebut, setiap penerima diberikan anggaran Rp20 juta untuk perbaikan rumah.
Baca Juga
Jumlah RTLH Masih 2.700 Unit, Bantul Hanya Akan Perbaiki 177 Rumah pada 2024
Duh! Belasan Ribu Rumah di Gunungkidul Berstatus Tak Layak Huni
Masih Ada 2.700 Rumah Tidak Layak Huni di Bantul
Menurut Erwin anggaran tersebut dapat digunakan perbaikan lantai, dinding serta atap rumah. Selain itu rumah yang struktur bangunannya belum sesuai standar rumah tahap gempa, dapat diperbaiki pula dengan anggaran tersebut. "Ini bantuan untuk perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah [MBR]," katanya.
Dia menyampaikan penerima bantuan tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan antara rumah yang akan diperbaiki merupakan kepemilikan pribadi dan merupakan warga berpenghasilan rendah.
"Jadi seluruh RTLH yang tersebar di 17 kapanewon untuk prioritas penanganan dilakukan secara bergiliran, sehingga nantinya 17 kapanewon tersebut bisa tertangani secara merata," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.