TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Sejumlah warga dan relawan mengikuti program bedah rumah RTLH di Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan, Rabu (2/9/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul pada 2023 berencana memperbaiki 325 unit rumah tak layak huni (RTLH).
BACA JUGA: Masih Ada 2.700 Rumah Tidak Layak Huni di Bantul
Meski demikian, program ini belum bisa menyelesaikan masalah karena masih ada sekitar 17.000 rumah warga yang dinilai tidak layak untuk tempat tinggal.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, perbaikan RTLH merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Meskipun hingga sekarang masih ada sekitar 17.000 rumah warga yang dinilai belum layak untuk ditinggali.
Adanya permasalahan ini, maka pemkab terus berupaya agar setiap warga di Bumi Handayani bisa memiliki tempat tinggal yang layak.
“Makanya bantuan perbaikan RTLH terus digulirkan,” kata Giyanto, Rabu (10/5/2023).
Giyanto mengakui penyelesaian membutuhkan waktu dikarenakan kemampuan anggaran yang dimiliki masih sangat terbatas. Sebagai contoh di tahun ini hanya ada perbaikan sebanyak 325 unit, sedangkan di 2022 lalu sebanyak 400 unit.
Giyanto menjelaskan, perbaikan RTLH tahun ini tersebar di 77 kalurahan di 18 kapenewon. Rencananya setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta.
“Kalau ditotal anggaran RTLH di 2023 sebanyak Rp6,5 miliar,” ungkapnya.
Adapun proses perbaikan sudah melalui tahap verifikasi validasi, hingga pembuatan rekening untuk penyaluran bantuan.
“Sekarang sudah mulai, tapi pelaksanaannya juga sangat bergantung dengan kesiapan dari penerima manfaat,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan RTLH tidak hanya menjadi tugas dari pemkab. Pasalnya, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat hingga kalurahan juga berkewajiban melaksanakan pembangunan ini.
“Tahun ini juga ada bantuan dari provinsi maupun pemerintah pusat, tapi jumlah pastinya belum diketahui,” katanya.
Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen, Suparna saat dikonfirmasi membenarkan bahwa di kalurahan juga ada program RTLH. Berdasarkan hasil musyarawah kalurahan ditetapkan 20 unit yang diperbaiki tahun ini.
“Sesuai dengan ketentuan didalam pelaksanaan, maka setiap rumah akan mendapatkan bantuan perbaikan sebesar Rp10 juta,” katanya.
Disinggung mengenai bantuan perbaikan rumah dari Pemkab Gunungkidul, Suparna mengakui sekarang baru mengusulkan enam unit RTLH di Kalurahan Kampung untuk perbaikan. “Mudah-mudahan bisa disetujui programnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.