Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Salah satu petugas tim Sar DIY terlihat sedang batang bambu dari Sungai Badog, Bantul, Minggu (31/3/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqman Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Guwosari, Muspika Pajangan, komunitas Rapi serta Karang Taruna Dipo Ratna Muda menggelar aksi reresik Sungai Bedog, tepatnya di sekitar Jembatan Sindon, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Minggu (31/3/2019).
Aksi yang dilakukan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia itu dimeriahkan pula oleh Lomba Mancing di Sungai Bedog serta penebaran benih ikan guna menjaga ekosistem sungai Bedog.
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam amanatnya mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sungai agar terbebas dari limbah rumah tangga warga sekitar. “Alam ini merupakan titipan bagi anak cucu, maka dari itu ayo jaga kelestariannya agar anak cucu tidak sengsara di masa yang akan datang. Mulai dari sekarang wajib merawat alam,” katanya.
Kepala Desa Guwosari Masduki Ahmad menyampaikan kegiatan ini didasari oleh upaya Pemdes untuk menggugah kesadaran warga sekitar untuk ikut menjaga dan merawat ekosistem sungai. Menurut dia Sungai Bedog nantinya akan dikembangkan jadi destinasi wisata agar seperti beberapa kecamatan lainnya yang ada di Bantul. “Sungai ini merupakan potensi, baik bagi warga untuk sektor ekonomi. Ke depannya kami coba mengembangkan potensi wisata di daerah ini seperti destinasi wisata di kecamatan lain yang ada di Bantul,” katanya.
Sampah hasil aksi ini langsung dievakuasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul untuk langsung dibuang ke TPST Piyungan agar tidak terjadi tumpukan sampah lagi di kawasan sungai.
“Sampah dari situ [Sungai Bedog] langsung kami evakuasi dan kami bawa ke TPS Piyungan agar tidak ada lagi tumpukan sampah disitu,” kata Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho kepada Harian Jogja, Minggu.
Dia berharap komunitas-komunitas pecinta lingkungan di Bantul semakin banyak agar alam Bantul terjaga dan bersih. Pihaknya juga siap memberi dukungan berbentuk materi ataupun lainnya jika ada komunitas atau kelompokn masyarakat lainnya yang ingin membuat acara peduli lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.