Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Anggota PKK RT 02 Dusun Dengkeng, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul saat ikut dalam kirab Merti Dusun Dengkeng di kawasan Pasar Burung Pucung, Desa Wukirsari, Senin (1/4/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Lebih dari seribu orang tumpah ruas di kawasan Pasar Burung Pucung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Senin (1/4/2019) siang. Mereka berebut gunungan dan jodhang berisi hasil bumi dalam perayaan Merti Dusun Dengkeng, desa setempat.
Kirab budaya ini merupakan puncak acara Merti Dusun Dengkeng. Sebelumnya acara berupa pentas kesenian yang ada di dusun setempat. Seusai kirab, acara ditutup dengan wayang kulit pada Senin malam.
Ada dua gunungan yang diperebutkan, yakni gunungan putra dan gunungan putri berisi berbagai jenis buah dan sayur. Sementara tiga buah jodhang berukuran sekitar 2 x 4 meter lebih lengkap lagi, di antaranya ada kelapa, nanas, pisang, singkong, dan pepaya. Hasil bumi tersebut awalnya didoakan bersama di halaman masjid At-Taqwa RT 02, Dusun Dengkeng.
Seusai didoakan warga mengarak hasil bumi sampai melewati empat dusun, yakni Dengkeng, Jatirejo, Karangtalun, Karangasem, hingga Pucung. Iring-iringan hasil bumi ini juga dibarengi dengan bergada dan tim kesenian asal Dusun Dengkeng. Semua warga dusun setempat ikut dan masing-masing RT juga menunjukan kreasinya.
Hasil bumi itu kemudian diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dusun Dengkeng, Saromi Sarjito. Setelah diserahkan kemudian diperebutkan oleh warga. "Tujuan diadakannya kirab budaya ini untuk menjaga tradisi yang sudah ada, dan menjaga silaturahmi antarwarga," kata Giyono Edi Siswanto, Ketua Panitia Merti Dusun Dengkeng, di sela-sela kirab budaya.
Giyono mengatakan Merti Dusun Dengkeng merupakan salah satu wujug syukur warga atas limpahan rejeki yang diterima warga selama, baik petani, peternak, pedagang, maupun pekerjaan lainnya. Namun sebaian masih warga masih bertani sehingga gunungan dan jodang hasil bumi itu menjadi simbolnya.
Selain syukur, kegiatan tersebut diakui Giyono juga menjadi ajang pengenalan budaya leluhur. Karena semua anak-anak di dusun setempat juga dilibatkan dalam kirab. Dia berharap generasi muda Dusun Dengkeng tidak melupakan apa yang menjadi tradisi dusun setempat yang sudah ada sejak lama.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bersih dusun menjadi ajang kebersamaan atau guyub rukun sebagai modal pembangunan menuju masyarakat Dengkeng yang sejahtera.
Menurut dia, tidak ada pembangunan di wilayah manapun tanpa adanya kerukunan dan kebersamaan karena keduanya modal pembangunan, "Mari kerukunan ini dijaga dan dilestarikan," kata Halim.
Tidak hanya warga Dusun Dengkeng yang terlibat, namun momen tahunan tersebut menjadi tontonan warga dan pengendara yang melintas di jalur alternatif Imogiri-Pleret tersebut. Tidak sedikit dari mereka mengabadikan momen itu menggunakan kamera gadgetnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Nadiem ajukan banding atas vonis 10 tahun kasus Chromebook, bantah terima Rp809 miliar dan singgung kriminalisasi.
Mobil listrik dan mobil mewah beralih ke kabel aluminium menggantikan tembaga karena harga dan efisiensi.
Pasar saham China anjlok 15 persen sepanjang 2026 akibat euforia AI yang meredup. Tencent dan Alibaba turun 29 persen. Cek penyebab dan dampaknya di sini.
Cyberdeck jadi tren Gen Z: komputer rakitan DIY berbasis Raspberry Pi sebagai bentuk ekspresi diri dan teknologi anti seragam.
BPJS Ketenagakerjaan DIY dorong ahli waris mandiri lewat Rekso Waris dan pelatihan bisnis online Shopee.