Berniat Foto, 4 Turis Asal Sukoharjo Terseret Ombak Pantai Jungwok, 1 Orang Tewas
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Suasana istigosah dan Peringatan Hari Lahir NU di Pondok Pesantren Al Mumtaz, Dusun Kerja, Beji, Patuk, Minggu (7/4/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Santri dan kiai di DIY siap menjaga pelaksnaaan Pemilu 2019 secara damai. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PWRMI) Nahdlatul Ulama DIY, Fairuzi Afik Dahlar, di sela-sela kegiatan Istigasah dan Peringatan Hari Lahir ke-69 NU di Pondok Pesantren Al Mumtaz, Dusun Kerjo, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Minggu (7/4/2019).
“NU berserta elemen kiai dan santri siap melaksanakan pemilu secara aman dan damai,” kata Fairuzi, Minggu.
Dia menjelaskan komitmen menjaga kedamaian dalam pemilu tidak lepas dari peranan pesantren yang dapat menentukan arah politik pada saat ini. Terlebih lagi, ungkap Fairuzi, santri dan kiai memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan hingga sekarang ini. “Semakin dekat dengan hari pencoblosan maka suasana semakin memanas sehingga dibutuhkan elemen pendingin agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan aman damai,” tuturnya.
Menurut dia, di dalam deklarasi ini para santri tidak hanya berkomitmen untuk menjaga pelaksanaan pemilu, tetapi juga setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, santri juga bersedia menjaga sikap toleransi di tengah-tengah masyarakat sehingga persatuan dan kesatuan tetap dijaga.
Hal tak jauh berbeda disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmi Akbar Idris. Menurut dia, istigasah dan deklarasi damai diselenggarakan untuk mewujudkan ketenangan masyarakat menjelang pemilu. Masyarakat diminta untuk tidak golput dan tidak mudah percaya terhadap berita bohong maupun ujaran kebencian yang marak. “Setop berita bohong dan kami akan memeranginya. Pesta itu ya senang-senang, jangan sampai ujaran kebencian memengaruhi publik,” katanya.
Fahmi menuturkan kondisi pada saat ini masih sangat kondusif. Namun, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk memiliki sifat yang dewasa dan menghargai adanya perbedaan. “Jangan sampai ada bentrokan antarpendukung, karena bisa menyebabkan perpecahan antarwarga. Jika ini sampai terjadi, malah akan merugikan diri sendiri dan bangsa Indonsia di mata dunia Internasional,” katanya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, menegaskan jajarannya berkomitmen untuk menjaga agar pelaksanaan pemilu berjalan dengan aman dan damai. Untuk pengamanan, Fuady menyatakan Polres Gunungkidul mengerahkan 745 personel selama pemilu berlangsung. “Kami juga mendapat dukungan dari Polda DIY. Kami berharap masyarakat juga ikut berpartisipasi menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.