Madrasah di Sleman ini Dikukuhkan Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana…

Yogi Anugrah
Yogi Anugrah Sabtu, 20 April 2019 17:27 WIB
Madrasah di Sleman ini Dikukuhkan Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana…

Ilustrasi siswa SMA Muhammadiyah 2 Jogja dan sejumlah siswa dari sekolah lain mengikuti teleconference kebencanaan, Jumat (19/10/2018)./Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, SLEMAN- Madrasah Aliyah (MA) Sunan Pandanaran yang terletak di Ngaglik, Sleman, dikukuhkan menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Kamis (18/4/2019).

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir langsung mengukuhkan SPAB MA Sunan Pandanaran menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Sleman memiliki 62 SPAB dan 45 Desa Tangguh Bencana (Destana). “Target kami pada 2019 ini Sleman memiliki 63 SPAB dan 53 Destana,” kata dia, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh masyarakat dalam menghadapi bencana perlu dibangun. Pasalnya bencana tidak dapat dihentikan namun dapat diminimalisir dampaknya. Tanpa persiapan, terjadinya suatu bencana akan menyebabkan korban dan kerusakan besar.

“Dengan mitigasi maka bencana yang lebih besar dapat ditekan jumlah korban dan resiko kerusakannya,” kata Sri Purnomo.

 Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto mengatakan bahwa  Sleman memiliki tujuh ancaman bencana seperti erupsi Gunung Merapi, banjir, angin kencang, tanah longsor, kekeringan, kebakaran dan gempa bumi.

Pembentukan SPAB ini, kata dia, dimaksudkan untuk melindungi warga sekolah yang tinggal di kawasan rawan bencana. Selain itu juga untuk meningkatkan peran serta warga sekolah, khususnya kelompok rentan dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi resiko bencana.

“BPBD Sleman berusaha untuk bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat agar terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online