Harianjogja.com, JOGJA--Sekolah Vokasi (SV) UGM mewujudkan komitmennya untuk membuka lebih banyak program Sarjana Terapan (S.Tr.) atau Diploma 4, pada tahun ini. Untuk Tahun Ajaran 2019/2020, SV UGM hanya akan menerima mahasiswa untuk program studi Sarjana Terapan.
Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto menuturkan untuk mendukung komitmen itu, ada 13 program studi baik dari klaster Sains Teknologi maupun Sosial Humaniora telah dipersiapkan untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) SV UGM 2019. Sembilan prodi Sarjana Terapan baru yang dipersiapkan itu antara lain Manajemen dan Penilaian Properti, Perbankan, Akuntansi Sektor Publik, Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Teknologi Rekayasa Mesin, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Teknologi Rekayasa Elektro, Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Manajemen Informasi Kesehatan.
“Sarjana Terapan merupakan program setara S1 atau Level 6 KKNI yang mengaplikasikan 60 persen praktik dan 40 persen teori dalam pembelajaran. Di tahun terakhir, mahasiswa Sarjana Terapan akan melaksanakan magang di industri, baik di dalam maupun luar negeri," kata dia, dalam keterangan tertulis, Senin (29/4/2019).
Lulusan S.Tr. setara dengan lulusan S1 dan bisa bekerja di pekerjaan yang selevel. Untuk studi lanjut, lulusan S.Tr. dapat melanjutkan ke S2 maupun S2 Terapan baik di dalam maupun luar negeri. Di akhir masa pembelajarannya, lulusan Program S.Tr akan memiliki ijazah dan transkrip, sertifikasi kompetensi, english proficiency, Surat Keterangan Pendamping Ijazah, dan purwarupa produk.
"Lulusan S.Tr SV UGM sangat dibutuhkan dunia kerja dan industri, karena program Sarjana Terapan dikembangkan dengan konsep link and match antara kampus dan industri. Dalam konsep tersebut, kurikulum dan tim pengajar dikembangkan dan dikolaborasikan antara kampus dan industri," jelas dia.
Lebih banyak prodi S.Tr akan semakin mendukung pengembangan teaching industry di SV UGM. Teaching Industry adalah konsep pengembangan dan peningkatan pendidikan vokasional di UGM untuk mewujudkan sinergi dunia pendidikan dengan Dunia Usaha & Dunia Industri (DUDI). Dengan adanya teaching industry, kompetensi dan kreativitas mahasiswa akan meningkat. Harapannya akan tercipta produk-produk baru (purwarupa industri) serta akan bertambah jumlah paten, produk beregistrasi, publikasi riset terapan, dan hilirisasi produk inovasi ke pasar global. Baik dalam bentuk komersial maupun pengabdian masyarakat.
Wikan mengaku Sekolah Vokasi UGM merupakan satu-satunya fakultas penyelenggara pendidikan vokasional di UGM. Selain unggul dalam kurikulum karena disusun berdasarkan kebutuhan industri, SV UGM juga unggul dalam mendorong soft skills mahasiswa.
"Penerimaan Mahasiswa Baru SV UGM 2019 akan dimulai dengan pembukaan jalur rapor atau Penelusuran Bibit Unggul. Terdapat empat jenis PBU, yaitu PBUSMAK [PBU SMA/SMK/MA], PBUB [PBU Berprestasi], PBUTM [PBU Tidak Mampu], dan PBUK [PBU Kemitraan]," kata Wikan.
PBUSMAK merupakan jalur bagi lulusan SMA/SMK/MA dengan nilai rapor 25% terbaik di sekolah. PBUB dibuka bagi lulusan yang memiliki prestasi di bidang olahraga dan IPTEKS. Bagi calon mahasiswa yang berkemampuan secara akademik tetapi tidak mampu secara ekonomi, dapat mendaftar melalui jalur PBUTM. PBUK, merupakan program kemitraan antara pemda, institusi pemerintah, dan/atau perusahaan dengan UGM.
Semua persyaratan dan tanggal penting terkait PMB UGM dapat diakses di um.ugm.ac.id. Selain jalur rapor, calon mahasiswa juga dapat mendaftar melalui jalur ujian tulis (utul) UGM. Calon peserta utul UGM mendaftarkan diri secara daring di laman resmi dan memilih tiga program studi yang diminati. Syarat bagi calon peserta utul UGM yaitu mengikuti UTBK.
Wikan menjelaskan jalur terakhir untuk dapat diterima sebagai mahasiswa Sekolah Vokasi UGM yaitu jalur nilai. Dalam jalur ini, calon mahasiswa diseleksi berdasarkan hasil nilai utul UGM plus nilai UTBK. Di jalur terakhir PMB SV UGM ini, peserta dapat memilih dua program studi di Sekolah Vokasi UGM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.