Pasutri Kembali Bertarung Jadi Lurah Dengok, Seperti 2018
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki menunjukkan alat pencatat gempa yang berada di Kantor BPBD Gunungkidul, Kamis (16/5/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mendapatkan hibah bantuan alat pencatat gempa dari Jepang. Diharapkan dengan alat ini dapat memberikan informasi terkait dengan titik pusat dan kekuatan gempa yang bersumber dari wilayah di Bumi Handayani.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan bantuan alat pencatat gempa diberikan oleh BPNB yang berasal dari bantuan dari Jepang. Alat pendeteksi ini tidak hanya diberikan ke Gunungkidul, tapi juga kepada Pemda DIY sebanyak dua unit, Bantul dan Kulonprogo masing-masing satu unit. “Total ada lima yang diberikan untuk dipasang di wilayah DIY,” kata Edy kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).
Menurut dia alat pencatat gempa ini dipasang sejak beberapa waktu lalu dan telah berfungsi dalam dua pekan terakhir. Adapun alat terdiri dari dua komponen. Satu unit dipasang di halaman Kantor BPBD Gunungkidul yang tersambung dengan satu unit alat yang terdiri dari perangkat elektronik lengkap dengan monitor kecil terpasang di ruangan kerja Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul.
Meski sudah terpasang, Edy mengakui belum tahu apakah alat ini sudah berfungsi atau belum. Ia berdalih hingga saat ini belum terjadi gempa sehingga belum ada catatan. “Kotak alat pendeteksi yang berada di luar kantor sudah diguncang-guncang untuk uji coba, tapi juga tidak memberikan dampak terhadap monitor pencatat di dalam,” katanya.
Rencannya dalam waktu dekat ada tim dari Jepang selaku pemberi bantuan memeriksa alat pendeteksi gempa yang terpasang. “Mereka datang untuk mengecek apakah alat sudah berfungsi dengan benar atau belum,” katanya.
Dia mengatakan, keempat alat pencatat gempa yang dipasang di wilayah DIY nantinya saling terhubung dengan titik pusat pemantaun di Stasiun BMKG DIY di Sleman. Diharapkan dengan pemasangan alat ini dapat mengetahui tentang sumber asal gempa hingga dampak yang ditimbulkan. “Semua terekam oleh BMKG, tapi alat yang dipasang di Gunungkidul bisa diketahui berapa kekuatan gempa yang telah terjadi lewat monitor yang terpasang,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Supriyadi, berharap agar alat pencatat gempa ini dirawat sehingga dapat berfungsi secara normal. Menurut dia, peralatan seperti ini sangat membantu dalam upaya mitigasi bencana di Bumi Handayani. “Harus dijaga dan jangan sampai rusak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 14 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta rincian biaya resminya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 14 September 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.