Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Caleg Gerindra Dapil Empat, Sefti Indradewi (kiri) bersama kuasa hukumnya Radetya Andreti seusai memberi keterangan di Bawaslu Bantul, Senin (13/5/2019). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Penyelesaian dugaan kasus penggelembungan suara caleg Partai Gerindra Bantul terus berlanjut. Sejauh ini sudah ada 40 orang diperiksa sebagai saksi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul.
Ketua Bawaslu Bantul, Harlina, mengaku sudah meminta keterangan puluhan saksi yang terdiri dari pelapor, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bambanglipuro, Panitia Pemungutan Suara (PPS), kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan masyarakat umum yang diduga mengetahui dugaan kasus penggelembungan suara.
Selain itu pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bantul dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) juga diperiksa jadi saksi. "Secara keseluruhan ada sekitar 40 orang saksi yang kami periksa," kata Harlina, saat ditemui di kantorya Selasa (21/5/2019).
Meski sudah banyak saksi yang dimintai keterangan, namun Harlina belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan tersebut. Pihaknya masih perlu mendalaminya. Hasil pemeriksaan itu, kata dia, akan disandingkan dengan hasil pengawasan yang dilakukan Bawaslu. Ia mengklaim Bawaslu juga memiliki data hasil pengawasan.
Tidak hanya itu, data formulir C1 atau hasil penghitungan suara tingkat TPS juga akan disandingkan. "Hasil akhirnya nanti tunggu. Targetnya pekan ini selesai karena kami dibatasi waktu maksimal 14 hari kerja harus selesai, " ujar Harlina.
Seperti diketahui kasus dugaan kasus penggelembungan suara caleg Partai Gerindra dilaporkan oleh salah satu caleg Gerindra, Sefti Indradewi kepada Bawaslu Bantul pada 6 Mei lalu. Caleg dari Dapil 4 yang meliputi Jetis, Kretek, dan Bambanglipuro merasa perolehan suaranya berkurang setelah rekapitulasi di tingkat kecamatan.
Sefti mengklaim awalnya mendapat suara 5.300, namun setelah rekap di kecamagan berkurang menjadi 4.960 suara. Dia menuding suara itu beralih kepada caleg yang ada di urutan bawah, Sukardiyono.
Akibatnya Sefti gagal lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul. Sementara itu Sukardiyono enggan menanggapi kasus tersebut. Dia mengaku tidak ada hubungannya. “Silakan tanya saja langsung ke KPU dan Bawaslu, jangan ke saya. Ini semua enggak ada hubungannya dengan saya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.