WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Polisi mengamankan pendemo yang rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019)./Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Aktivis Lintas Kalangan Jogja turut merespons aksi 22 Mei di Jakarta yang ricuh dan banyak menimbulkan kerugian. Para aktivis itu mendesak aparat keamanan untuk mengusut para dalang pembuat rusuh di aksi tersebut.
Inisiator Aktivis Lintas Kalangan Jogja, Widihasto Wasana Putra mengaku prihatin dengan apa yang terjadi di Jakarta. Menurut dia seharusnya para elite politik dapat meredam ketegangan dan menciptakan suasana damai di kalangan para pendukungnya, bukan malah mengompori untuk melangsungkan aksi inkonstitusional.
Dia menilai aksi 22 Mei tidak terjadi spontan, namun memang sudah diatur dan direncanakan sedemikian rupa oleh dalang yang mampu menggerakkan massa bertindak liar. "Buktinya, polisi juga telah menemukan ambulans berisi batu dan peserta juga mengaku dibayar," kata dia di sela-sela penyampaian sikap Aktivis Lintas Kalangan Jogja di Gedung DPRD DIY, Kamis (23/5/2019).
Dalam pernyataan sikap, para aktivis memeragakan visualisasi situasi kerusuhan di Jakarta dengan memasukkan wayang-wayang Kurawa ke dalam kurungan. Dalam dunia perwayangan, Bala Kurawa yang berjumlah seratus merupakan tokoh antagonis di Negara Astina. Mereka diceritakan memiliki sejumlah sifat jahat dalam dirinya.
Beberapa di antara wayang yang digunakan adalah Sengkuni. Tokoh ini diceritakan menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang diinginkan. Kemudian ada Pandita Durna dan sejumlah tokoh lain. "Ini melambangkan tokoh-tokoh elite politik yang menjadi provokator dalam aksi [22 Mei]," katanya.
Ketua Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB), Nana Je Justina, membacakan sikap Aktivis Lintas Kalangan Jogja. Pertama, berbela sungkawa kepada korban meninggal dunia dan menuntut aparat mengusut tuntas penyebab kematiannya.
Kedua, mengecam elite politik yang tidak bertanggung jawab dan tidak bersikap ksatria untuk menerima hasil pemilu, yang justru memprovokasi massa untuk melangsungkan aksi inkonstitusional.
Ketiga, meminta aparat keamanan mengusut tuntas sesuai prosesur hukum pihak yang menjadi otak dan oenyandang dana dibalik kerusuhan. Keempat, mendukung langkah pemerintah dalam memulihkan ketenteraman umum.
"Kelima, kami mengajak semua komponen bangsa untuk bersikap tenang, tidak mudah terpancing situasi dan mengedeoankan persatuan dan kesatuan bangsa," kata dia.
Sejumlah tokoh yang menandatangani pernyataan sikap ini adalah GKR Mangkubumi dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, GPH Wijoyo Harimurti dari Kadipaten Pura Pakualaman, Fahmy Akbar Idris dari PWNU DIY, Paulus Kristianto dari Badan Kerja Sama Gereja Kristen DIY, Abdur Rozaki dari UIN Sunan Kalijaga, Sari Murti dari UAJY, serta sejumlah figur lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kecerdasan emosional, kreativitas, dan kepemimpinan diprediksi menjadi keterampilan paling dicari di era AI. Mengapa kemampuan manusia justru semakin berharga.
"Trump Curse" ramai di media sosial usai AS kalah 1-4 dari Belgia di Piala Dunia 2026. Trump disebut bawa sial setelah hubungi FIFA. Ini deretan kekalahan lain
Petani di Bantul mulai beralih menanam kacang tanah dan palawija saat musim kemarau. Tanaman ini dinilai lebih hemat air dan memiliki masa panen yang relatif si
DuckDuckGo luncurkan pemblokir iklan YouTube bawaan gratis. Cukup aktifkan di pengaturan browser, nonton video tanpa iklan tanpa ekstensi. Alternatif YouTube Pr
Prancis vs Maroko: 19 pemain diaspora di skuad Maroko, 6 lahir di Prancis. Sejarah migrasi, identitas, dan sepak bola mewarnai duel perempat final Piala Dunia