Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Triyanto menunjukkan terong yang ditanam di lahannya seluas kurang lebih 900 meter. /Harian Jogja-Rahmat Jiwandono.
Harianjogja.com, WONOSARI -- Memasuki musim kemarau para petani hanya melakukan penyiraman tanaman satu kali dalam satu hari.
Seorang petani terong di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Wiyanto, mengatakan tanaman terongnya ia siram satu hari sekali pada sore hari lantaran air hujan yang mulai menghilang. Saat ini dia mengandalkan sumur di dekat lahannya. "Sumurnya ini dalamnya 16 meter baru keluar air," ujar Wiyanto kepada Harian Jogja, Jumat (24/5/2019)
Menurutnya, petani lainnya biasanya menyiram tanaman terong sebanyak dua kali dalam sehari. Penyiraman tidak dilakukan pada pagi hari. "Kalau pagi cepat kering, pas malam hari masih basah karena tidak ada sinar matahari," kata dia.
Selain itu, untuk tanaman terong jika disiram secara berlebihan akan mempengaruhi rasa saat sudah matang. Ia menanam terong sudah sejak bulan Maret lalu. Ia menyatakan, jika memang benar-benar tidak ada air para petani memilih tidak bercocok tanam.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menjelaskan untuk membantu petani yang kesulitan air, pihaknya telah memberikan puluhan pompa air kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap kecamatan. "Kecamatan Wonosari sendiri mendapat bantuan 46 unit pompa air sejak 2012 sampai 2018," kata Raharjo.
Lebih lanjut ia menyatakan, ada beberapa wilayah yang memang daerah sawah tangkapan air hujan, jadi sawah tersebut hanya mengandalkan air hujan. "Kalau tidak ada hujan ya tidak bisa ditanami," ucapnya.
Menurutnya, laporan yang ia terima terkait dengan lahan pertanian yang kering ada di kecamatan Ponjong, Patuk, Semin, dan Gedangsari. Pada Mei ini, diperkirakan oleh BMKG masih ada curah hujan yang turun di Bumi Handayani. "Berdasarkan BMKG curah hujan 50 sampai dengan 100 milimeter," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.