Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Kondisi laguna Pantai Trisik yang dipenuhi ribuan bangkai ikan, Selasa (11/6/2019)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO- Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan ribuan ikan di salah satu laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, mati mendadak. Limbah tambak udang yang diduga sebagai penyebab utama kematian pelbagai jenis ikan itu ternyata hanya salah satu faktornya.
Hal itu diungkapkan Penyuluh Perikanan, Kecamatan Galur, Suprihatin. Menurutnya sebelum ada tambak, peristiwa serupa pernah terjadi.
"Sekitar 2011, saat belum banyak tambak udang di sini, kasus kematian ikan sudah terjadi, dan ini sebenarnya merupakan hal biasa, karena tiap tahun pasti ada kasus ikan mati, dibandingkan tahun lalu [2018], jumlahnya malah cenderung lebih sedikit," kata Suprihatin saat ditemui di Laguna Pantai Trisik, Selasa (11/6/2019) siang.
Dia menjelaskan, penyebab kematian itu bisa saja karena faktor alam. Mengingat saat ini tengah memasuki musim kemarau, sehingga volume air di laguna berkurang. Pengurangan volume ini berdampak pada terangkatnya endapan lumpur. Inilah yang kemudian membuat ikan mati.
"Dengan kondisi ini ditambah adanya limbah yang dibuang di laguna memang berefek pada kematian ikan," jelasnya.
Menurutnya, yang bisa dilakukan untuk meminimalisir munculnya peristiwa serupa adalah dengan mengurangi aktivitas pembuangan limbah di laguna. Petambak perlu memiliki tempat khusus seperti IPAL Komunal yang diperuntukkan sebagai lokasi pembuangan.
"Sebenarnya dulu sempat ada rencana membuat lokasi pembuangan limbah dari pemerintah pusat, tapi terganjal lahan, karena di sini kan tanah Pakualaman, dan pusat tidak menghendaki, kalau milik warga pribadi atau kas desa mungkin bisa direalisasikan," kata dia.
Dari pantauan di lapangan, hampir seluruh tambak, terutama yang berdekatan dengan laguna membuang limbahnya di laguna tersebut. Teknis pembuangannya dengan cara memanfaatkan lubang penghubung saluran limbah dari tambak menyalur ke area laguna yang dikelola oleh Kelompok petani ikan Bandeng Jaya itu.
Adapun dari total tiga laguna di Pantai Trisik, kematian ikan paling banyak terdapat di laguna sisi timur. Kebanyakan ikan yang mati berjenis bandeng. Beberapa di antaranya juga ada nila, tapi jumlahnya lebih sedikit.
Foto: Kondisi laguna Pantai Trisik yang dipenuhi ribuan bangkai ikan, Selasa (11/6/2019)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.