Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 2026, Jam Sibuk Tiket Ludes
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Ilustrasi kegiatan di Museum Sonobudoyo Jogja/Istimewa-Dispar DIY
Harianjogja.com, JOGJA- Komunitas Pecinta Purbakala akan menggelar Festival Purbakala pada Jumat (14/6/2019)-Rabu (19/6/2019) di Museum Sonobudoyo, Jogja. Gubernur DIY Sri Sultan HB X dijadwalkan membuka festival yang bertepatan dengan peringatan Hari Purbakala.
Ketua Panitia Festival Purbakala 2019 Sigit Sugito mengatakan festival digelar karena Jogja sebagai kota budaya memiliki ribuan benda kuno, baik yang berupa bangunan ataupun naskah yang tercetak. Yang tercetak, ditulis oleh para pujangga dan menjadi rujukan pada masanya. "Yang tidak tercetak, terdapat berbagai kearifan lokal yang menjadi dinamisator dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dengan segala penguasaan teknologi yang tinggi," katanya di sela-sela jumpa pers di Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Selasa (11/6/2019).
Festival digelar, katanya, juga untuk memperingati Hari Purbakala. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menginggatkan kembali masyarakat khususnya generasi penerus jika Indonesia dibangun dengan dengan system kebudayaan yang melingkupi berbagai hal. Hasil kebudayaan masa lalu, katanya, mempunyai benang merah dengan hasil kebudayaan saat ini dan yang akan datang. "Salah satu bukti system kebudayaan yang dalam hal ini adalah system pengetahuan, bisa kita lihat dari bangunan masa lalu yang sering disebut dengan benda purbakala," katanya.
Hal tersebut merupakan bukti betapa pada masa itu masyarakat mempunyai sistem pengetahuan teknologi yang tinggi. Dalam catatan yang berbentuk naskah ataupun bangunan masa lalu, masyarakat bisa melihat, ribuan tahun yang lalu masyarakat di DIY memiliki peradaban yang sangat tinggi, baik dalam tata kelola pemerintahan maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya. "Dengan berbagai peninggalan yang ada, lacakan masa lalu terlihat dengan jelas, untuk mempertimbangkan masa kini dan merancang masa depan," katanya.
Kasubag TU Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja Indung Panca Putra mengatakan pada festival tersebut BPCB juga akan memberikan penghargaan atau kompensasi bagi para pelindungan cagar budaya. "Ada 10 orang yang akan mendapatkan penghargaan dari lima wilayah di DIY. Kami sebelumnya sudah melakukan survei. Penghargaan bisa diberikan kepada individu maupun kelompok," katanya.
Festival tersebut selain diisi dengan berbagai benda-benda cagar budaya juga diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai Sarasehan Kebudayaan, Diskusi Purbakala, Sastra Purba, Pertunjukan Festival Purbakala, dan Malam Purba Mileniakala. "Kami juga akan menggelar sekolah purbakala yang diikuti sekitar 100-120 kalangan anak-anak muda. Meraka akan diajarkan bagaimana memelihara dan merawat situs," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek