UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Ilustrasi kegiatan di Museum Sonobudoyo Jogja/Istimewa-Dispar DIY
Harianjogja.com, JOGJA- Komunitas Pecinta Purbakala akan menggelar Festival Purbakala pada Jumat (14/6/2019)-Rabu (19/6/2019) di Museum Sonobudoyo, Jogja. Gubernur DIY Sri Sultan HB X dijadwalkan membuka festival yang bertepatan dengan peringatan Hari Purbakala.
Ketua Panitia Festival Purbakala 2019 Sigit Sugito mengatakan festival digelar karena Jogja sebagai kota budaya memiliki ribuan benda kuno, baik yang berupa bangunan ataupun naskah yang tercetak. Yang tercetak, ditulis oleh para pujangga dan menjadi rujukan pada masanya. "Yang tidak tercetak, terdapat berbagai kearifan lokal yang menjadi dinamisator dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dengan segala penguasaan teknologi yang tinggi," katanya di sela-sela jumpa pers di Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Selasa (11/6/2019).
Festival digelar, katanya, juga untuk memperingati Hari Purbakala. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menginggatkan kembali masyarakat khususnya generasi penerus jika Indonesia dibangun dengan dengan system kebudayaan yang melingkupi berbagai hal. Hasil kebudayaan masa lalu, katanya, mempunyai benang merah dengan hasil kebudayaan saat ini dan yang akan datang. "Salah satu bukti system kebudayaan yang dalam hal ini adalah system pengetahuan, bisa kita lihat dari bangunan masa lalu yang sering disebut dengan benda purbakala," katanya.
Hal tersebut merupakan bukti betapa pada masa itu masyarakat mempunyai sistem pengetahuan teknologi yang tinggi. Dalam catatan yang berbentuk naskah ataupun bangunan masa lalu, masyarakat bisa melihat, ribuan tahun yang lalu masyarakat di DIY memiliki peradaban yang sangat tinggi, baik dalam tata kelola pemerintahan maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya. "Dengan berbagai peninggalan yang ada, lacakan masa lalu terlihat dengan jelas, untuk mempertimbangkan masa kini dan merancang masa depan," katanya.
Kasubag TU Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja Indung Panca Putra mengatakan pada festival tersebut BPCB juga akan memberikan penghargaan atau kompensasi bagi para pelindungan cagar budaya. "Ada 10 orang yang akan mendapatkan penghargaan dari lima wilayah di DIY. Kami sebelumnya sudah melakukan survei. Penghargaan bisa diberikan kepada individu maupun kelompok," katanya.
Festival tersebut selain diisi dengan berbagai benda-benda cagar budaya juga diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai Sarasehan Kebudayaan, Diskusi Purbakala, Sastra Purba, Pertunjukan Festival Purbakala, dan Malam Purba Mileniakala. "Kami juga akan menggelar sekolah purbakala yang diikuti sekitar 100-120 kalangan anak-anak muda. Meraka akan diajarkan bagaimana memelihara dan merawat situs," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Cara cek status penerima KJP Plus secara online menggunakan NIK melalui KJP Portal DKI Jakarta. Simak langkah dan informasi lengkapnya.
Timnas U20 Indonesia lolos ke Piala Asia U20 2027 setelah mengalahkan Australia 2-0 dan menjadi juara Grup H kualifikasi.
Sebanyak 764 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, terdiri dari domestik, internasional, dan kargo.
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S27 Ultra dari kamera, baterai, chipset, layar, harga hingga prediksi spesifikasinya.