UMKM Perempuan Solo Dapat Bantuan Alat Jahit dari BI, Ini Harapan Wawali Astrid
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Ilustrasi CPNS. /Antara Foto-Adwit B Pramono
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY mengajukan 1.700 formasi untuk lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 ini. Usulan yang disampaikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.
Kepala BKD DIY, Agus Supriyanto menjelaskan meskipun usulan untuk CPNS tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu namun jumlah formasi yang diusulkan jauh lebih banyak. Mulai administrasi, guru, paramedis, dan fungsional lainnya. "Kalau tahun lalu paling banyak guru. Tahun ini yang diusulkan, formasinya lebih banyak," katanya, Rabu (12/6/2019).
Banyaknya formasi yang diajukan tahun ini, kata Agus, dikarenakan jumlah pensiun (PNS) setiap tahun bertambah. Bahkan hingga 2020, pegawai Pemda DIY yang akan pensiun mencapai 5.000 orang. "Masalah nanti dikasih seratus dua ratus, tergantung Pusat. Sepeti tahun lalu, kami ajukan 1.700 formasi yang dikasih hanya 766 saja. Gak masalah," kata Agus.
Dijelaskan dia, kekurangan PNS di seluruh instansi terjadi secara merata. Untuk mengatasi kekurangan itu pihaknya selama ini memaksimalkan tenaga yang ada dengan memberikan pendidikan pelatihan agar mampu mengerjakan kompetensi yang lain.
Sampai saat ini, kata Agus pihaknya belum mendapatkan surat secara resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) terkait lowongan CPNS 2019. Jika betul Lowongan CPNS dibuka tahun ini, dia berharap usulan kebutuhan PNS di Pemda DIY dapat dipenuhi.
"Kami sudah usulkan sejak Januari lalu. Informasinya, tahap pertama dibuka pendaftaran untuk PPPK itu sekitar Juli nanti, dan untuk CPNS sekitar Oktober," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
JJLS Kelok 23 Bantul-Gunungkidul resmi diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam buka dan kendaraan yang diperbolehkan melintas.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 27,54 persen dan memicu kenaikan IPH di 260 kabupaten/kota pada September 2026.