Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan Spanduk berisi imbauan agar tidak berenang di laut terpasang di pemecah ombak Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (15/6/2019), menyusul tingginya gelombang Pantai Selatan beberapa waktu terakhir./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sepekan terakhir gelombang tinggi melanda Pantai Selatan DIY. Untuk wilayah Kulonprogo, sudah ada sembilan korban yang terseret arus pasang saat gelombang tinggi.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, mengatakan sebanyak sembilan orang pengunjung pantai tersebut terseret ombak dalam jangka waktu sepekan terakhir. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pelancong yang terseret gelombang hanya mengalami luka-luka.
Sebelumnya pada Rabu (12/6/2019) lalu, tingginya gelombang menyebabkan rumah warga, kolam renang wisata, sebuah warung dan tempat penangkaran penyu di Pantai Trisik rusak karena tersapu ombak.
Tingginya gelombang dalam sepekan terakhir sudah diantisipasi oleh SRI Wilayah V Kulonprogo. Aris mengatakan pihaknya sudah memasang garis polisi bekerja sama dengan Polsek Temon sebagai upaya pengamanan di bibir pantai.
"Antisipasi lain kami berjaga di pos pantau pemecah ombak [Pantai Glagah], dan juga melakukan patroli di area-area yang sering dikunjungi oleh pengunjung," jelas Aris, Sabtu (15/6/2019).
Pihaknya mengimbau agar pengunjung tidak mandi di pantai karena gelombang yang tinggi. "Berdasarkan informasi BMKG [Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika], ketinggian ombak di laut selatan DIY mengalami peningkatan sampai 16 Juni nanti dengan rata-rata tinggi tiga setengah sampai empat meter," katanya.
Pengunjung yang berwisata di Pantai Glagah, Sofa Hasanah mengaku sudah mengetahui adanya gelombang tinggi di Pantai Selatan dari media sosial. "Tapi kalau wisatanya tidak takut meski gelombang sedang tinggi. Yang penting sejauh garis aman saja," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.