Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Lomba Burung Berkicau Wakil Wali Kota Cup II 2019 yang berlangsung di halaman parkir Bali Kota Jogja, Minggu (16/6).
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam memeriahkan HUT ke-72 Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja menggelar Lomba Burung Berkicau Wakil Wali Kota Cup II 2019 di halaman parkir Balai Kota Jogja, Minggu (16/6/2019). Antusiasme penggemar burung berkicau atau kicau mania sangat tinggi, terlihat dari terjualnya ribuan tiket yang disediakan panitia.
Ketua Panitia Lomba, Eko Golo, mengatakan panitia pelaksana berasal dari komunitas burung berkicau Sorowajan Independent. Dalam lomba ini, Pemkot bekerjasama dengan pihaknya sebagai panitia pelaksana. Panitia menyediakan total 1.800 tiket dengan masing-masing kategori 72 tiket. “Untuk jumlah peserta belum bisa kami sebutkan secara pasti. Tapi kalau dilihat dari tiketnya, sudah lebih dari seribu tiket yang terjual,” katanya, Minggu.
Dalam lomba ini terdapat empat kelas dan 27 kategori. Empat kelas ini terdiri dari Wakil Wali Kota; Malioboro; Tugu dan Tamansari. Satu peserta bisa mendaftar lebih dari satu kelas atau kategori.
Panitia menyediakan 72 gantangan dan setiap kategori memerlukan waktu sekitar 10-15 menit. Adapun kriteria yang menjadi penilaian di antaranya durasi atau lamanya kicau burung, gaya, volume dan variasi lagu. Untuk penilaian, panitia menyediakan 12 juri.
Peserta lomba tidak hanya dari Kota Jogja dan sekitarnya, tapi juga dari daerah lain seperti Solo, Jember, Semarang, Banjarnegara, Purbalingga dan lainnya. Publikasi biasanya berbasis komunitas dan media sosial. “Istilahnya seperti kondangan, kalau di sana ada event kami ke sana, nanti gantian sekaligus sebagai ajang silaturahmi,” katanya.
Menurut Eko, kategori yang paling banyak diikuti oleh peserta adalah jenis burung cucak hijau dan murai batu. Kedua jenis ini kata Eko sedang menjadi tren di kalangan kicau mania. “Alhamdulillah untuk kategori yang lain juga banyak yang ikut, jadi cukup merata,” katanya.
Masing-masing kategori dipilih 10 nominasi terbaik untuk mendapatkan uang pembinaan dan medali. Dari 10 nominasi kemudian dipilih tiga terbaik yang keluar sebagai pemenang. Biaya operasional dan hadiah selain dari penjualan tiket juga berasal dari APBD Pemkot Jogja sebesar Rp156,3 juta.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sugeng Darmanto, mengatakan lomba ini sebagai upaya pelestarian satwa khususnya burung berkicau. Dengan lomba ini ia berharap dapat menumbuhkan kader pembudidaya burung burung kicau yang andal. “Juga untuk menampung aspirasi masyarakat terutama penggemar burung kicau,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.