Bregodo Jogo Malioboro, Wajah Ramah Penjaga Ikon Jogja
Bregodo Jogo Malioboro bukan sekadar petugas, tapi wajah budaya Jogja yang menjaga ketertiban dan memikat wisatawan.
Terminal Giwangan, Jogja. Antara/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja menyiapkan konsep aglomerasi kawasan selatan dengan menjadikan Terminal Giwangan sebagai simpul utama yang terintegrasi dengan pusat wisata, kuliner, serta kantong parkir alternatif guna mendorong pemerataan aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa pengembangan kawasan selatan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, setiap objek harus saling terhubung dan mendukung agar pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi tumbuh dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Terminal Giwangan, kawasan Taman Budaya Embung Giwangan, XT Square, hingga destinasi wisata Kotagede dirancang terhubung dalam satu pola pengembangan terpadu. Aglomerasi tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan selatan Kota Jogja yang selama ini belum optimal.
“Ya kan harus ada aglomerasi. Jadi Giwangan itu, misalkan ya, Taman Budaya Embung Giwangan, kan harus ada aglomerasinya, ada yang mendukung lain-lainnya. Maka kan ini kita akan menghidupkan Terminal Giwangan. Kemudian kita menghidupkan pusat oleh-oleh di XT Square,” kata Hasto, Jumat (6/2/2026).
Selain sektor pariwisata, Pemkot Jogja juga menata ulang ekosistem lalu lintas, terutama terkait parkir bus pariwisata yang selama ini terpusat di kawasan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati. Terminal Giwangan yang telah selesai direnovasi kini dipersiapkan sebagai alternatif utama.
“Jadi renovasi terminal sudah selesai. Nanti ini kan baru dikaji volume bus yang masuk di TKP Senopati itu berapa per harinya di hari kerja dan di hari weekend. Kemudian berapa yang bisa kita alihkan di Giwangan,” jelas Hasto.
Hasto menegaskan bahwa pemindahan bus tidak dilakukan secara menyeluruh. Pemkot Jogja juga membuka opsi pemanfaatan sejumlah kantong parkir lain yang dinilai masih memiliki kapasitas memadai melalui kerja sama lintas pengelola.
“Saya juga punya pemikiran nanti bisa kerja sama dengan Bonbin (Kebun Binatang) Gembira Loka. Parkir Bonbin yang di sebelah barat sungai itu relatif longgar di hari Senin sampai Kamis. Kemudian juga THR (Purawisata), kita juga mau menjajaki untuk kerja sama di belakang itu untuk parkir bus,” katanya.
Penataan tersebut diarahkan untuk mengurangi kepadatan bus pariwisata di kawasan Senopati sekaligus mendistribusikan arus wisata ke wilayah selatan kota agar aktivitas ekonomi dapat bergerak lebih merata.
“Yang penting di Senopati tidak ada bus. Nah, itu contoh saja untuk menghidupkan itu butuh menata juga ekosistem lalu lintas,” ucap Hasto.
Ia menargetkan kajian teknis dan implementasi awal dapat mulai terlihat pada April 2026. Dinas Perhubungan Kota Jogja diberi waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk memulai pemindahan sebagian bus dari TKP Senopati.
“Saya sudah kasih waktu sama Dinas Perhubungan sampai tiga bulan. Target saya April itu ya Senopati itu sudah ada yang dipindahkan,” katanya.
Terkait rencana pengoperasian shuttle bus dari kantong parkir menuju pusat kota, Pemkot Jogja membuka peluang keterlibatan pihak swasta. Sejumlah kelompok masyarakat disebut telah menyampaikan minat untuk mengelola layanan transportasi tersebut.
“Rasanya nanti pasti dikelola oleh swasta, karena kalau pemerintah mungkin tidak mampu kalau beli banyak bus. Trans Jogja mungkin sudah punya sendiri, tapi itu juga akan kami kaji apakah ada stok bus yang nganggur,” ujarnya.
Hasto menambahkan bahwa hasil kajian mengenai kebutuhan armada dan skema pengelolaan shuttle bus ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, seiring dengan pematangan konsep aglomerasi Terminal Giwangan sebagai penggerak kawasan selatan Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bregodo Jogo Malioboro bukan sekadar petugas, tapi wajah budaya Jogja yang menjaga ketertiban dan memikat wisatawan.
Cristiano Ronaldo dan Luka Modric tampil sebagai starter saat Portugal menghadapi Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
JIKF 2026 digelar di Parangkusumo, diikuti 17 negara. Festival layang-layang ini dorong wisata dan ekonomi kreatif Jogja.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Juli 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta nomor layanan WhatsApp.
UII melantik dekan dan wakil dekan periode 2026-2030. Simak daftar lengkap pimpinan baru di sembilan fakultas Universitas Islam Indonesia.
Guna membentengi masyarakat dari jerat "kemenangan palsu" perjudian, DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Reali