Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026, Cek Jam dan Tarif Promo
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Pemred Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono (kedua dari kanan) berfoto bersama sejumlah Panitia FKY 2019 dalam kunjungan ke Kantor Harian Jogja, Selasa (18/6/2019). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2019 bakal digelar di berbagai titik di wilayah DIY pada 4 hingga 21 Juli 2019 mendatang. Mengangkat tema Mulanira, FKY 2019 bakal lebih meriah karena cakupan lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya yang masih bernama Festival Kesenian Yogyakarta.
Ketua Umum FKY 2019 Paksi Raras Alit mengakui FKY tahun ini diprediksi akan lebih ramai, karena cakupannya lebih luas dari sebelumnya yang hanya sebatas seni, namun saat ini secara umum lingkup budaya. Ia mengakui tidak mudah untuk dapat mencakup keseluruhan budaya yang ada di DIY terutama kaitan dengan yang tidak tampak.
“Tantangan [panitia] menjadi semakin kompleks, banyak karena objeknya tidak sebatas seni saja tetapi kebudayaan. Ada aspek bahasa, pengetahuan, adat istiadat menjadi PR kami untuk merepresentasikan dalam sajian sebuah festival,” terangnya saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Selasa (18/6/2019) sore.
Ia mengatakan dilihat dari programnya sangat banyak, pihaknya dituntut tidak sekadar mementaskan suatu bentuk kesenian namun harus mampu menghadirkan nilai budaya secara umum. “Terutama berkaitan dengan filosofi itu yang mungkin menjadi tantangan kami,” ujarnya.
Perubahan nama Festival Kesenian Yogyakarta menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta, kata dia, menjadikan konsekuensi bahwa FKY saat ini tidak hanya fokus pada senin saja. Tetapi harus mencakup objek kebudayaan terutama yang tertuang dalam Perdais No.3/2017 tentang kebudayaan. Antara lain nilai budaya, pengetahuan, teknologi, bahasa, adat istiadat, tradisi luhur, benda dan objek kebudayaan berupa seni.
“Tema Mulanira sendiri kami angkat memiliki makna kembali ke asal mula, apa yang sebelumnya ditetapkan mengalami pergeseran yang menuntut kemampuan jawaban setiap generasi. Ini diharapkan menjadikan DIY menjadi ruang ragam terbuka ragam gagasan dan kebudayaan,” ucapnya.
Manajer Komunikasi FKY 2019 Amelberga Astri menjelaskan dalam gelaran kali ini akan melibatkan ribuan seniman dan masyarakat dari berbagai komunitas. Secara umum berbagai venue disiapkan di wilayah Bantul, Kota Jogja dan Sleman.
“Karena cakupannya luas, nanti akan ada semacam acara lokakarya, dialog budaya juga yang menjadi bagian dari FKY ini,” imbuhnya.
Sejumlah titik panggung pertunjukan yang disiapkan antara lain di titik nol kilometer saat pembukaan, Gedung Sonobudoyo, Alun-Alun Kidul, Desa Panggungharjo Bantul, Pasar Terban, Museum Pangeran Diponegoro, Pendhapa Art Space, Museum Gunungapi dan sejumlah tempat lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.