Advertisement
Belasan Hektare Tanaman Padi di Kalasan Gabug
Advertisement
[caption id="attachment_385913" align="alignleft" width="256"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/03/07/belasan-hektare-tanaman-padi-di-kalasan-gabug-385911/padi-puso-2" rel="attachment wp-att-385913">http://images.harianjogja.com/2013/03/padi-puso.jpg" alt="" width="256" height="192" /> ilustrasi.dok[/caption]
Advertisement
KALASAN-Belasan hektare tanaman padi di Desa Taman Martani Kalasan Sleman Gabug alias tidak berisi. Akibatnya para petani harus mengalami kerugian.
Salah satu petani di Dusun Ndalem, Taman Martani, Marto Wiyoto mengatakan akibat padi mengalami gabug, dirinya mengalami kerugian. Jika pada tahun sebelumnya tiap petak sawah, diperoleh 7 karung, kali ini hanya 2 karung.
"Kalau dihitung saya rugi banyak karena untuk kebutuhan bibit, obat pupuk saja belum bisa balik modal. Belum lagi tenaga, kadang memakai tenaga buruh," katanya, Kamis (7/3/2013).
Sementara petani lain, Harno mengungkapkan dalam satu petak berukuran sekitar 150 meter pada panen kali ini memanen 3 karung. Padahal tahun lalu, dengan ukuran yang sama dirinya mampu memperoleh 6 karung.
"Kebetulan ada sekitar enam petak, kalau dirata-rata setiap petak hanya dapat tiga karung. Itu saja harus dengan bekerja lagi seperti ini (memisahkan padi gabug dan berisi)," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





