Advertisement
TANAH ILEGAL : Ratusan Ribu Hektare Tanah Dlingo Tak Bersertifikat
Advertisement
[caption id="attachment_404759" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/09/tanah-ilegal-ratusan-ribu-hektare-tanah-dlingo-tak-bersertifikat-404756/sertifikat-tanah-antara" rel="attachment wp-att-404759">http://images.harianjogja.com/2013/05/sertifikat-tanah-antara.jpg" alt="" width="314" height="207" /> Foto Sertifikat Tanah
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]
BANTUL-Ratusan ribu hektare tanah di Desa Dlingo, Kec. Dlingo Bantul tak bersertifikat. Kondisi desa yang terpencil serta akses informasi yang terbatas membuat desa ini kesulitan memperoleh layanan publik.
Advertisement
Kepala Desa Dlingo Bahrun Widoyo, mengungkapkan, Dlingo memiliki area seluas 915.000 hektare. Di dalamnya terdapat hutan lindung, persawahan dan pekarangan warga. N
amun dari total tersebut, nyaris 100% tak memiliki sertifikat sehingga secara hukum tak punya kekuatan tetap.
“Hampir semua tidak bersertifikat, memang sebanyak sekitar tiga puluh persen dari seluruh area adalah hutan lindung punya negara,” katanya Rabu (8/5).
Kondisi tersebut menurutnya menyulitkan warga bila terjadi sengketa lahan, sebab tak ada kekuatan hukum tetap yang dapat dijadikan pegangan.
Selain itu, kondisi lahan yang tak punya kekuatan hukum sangat mudah memicu munculnya konflik rebutan lahan sesama warga, terutama bila menyangut urusan warisan tanah.
Minimnya warga yang memiliki sertifikat tanah di Desa Dlingo menurut Bahrun terutama disebabkan kondisi geografis desanya yang tak menguntungkan sementara akses informasi bagi masyarakat juga minim.
Desa Dlingo termasuk salah satu desa pelosok di Bantul, terletak paling timur dan berbatasan dengan Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- Penumpang Kereta di Jogja Naik, Menhub Minta Layanan Ditingkatkan
- Top Ten News Harianjogja.com, Jumat 2 Januari 2026
- Polresta Sleman Selidiki Keributan Driver Ojol dan Jukir di Depok
- Pinus Pengger Dlingo Dilengkapi Glamping, Dorong Wisata Berkelanjutan
- Dituduh Curi Topi, Driver Ojol di Bantul Diduga Dianiaya Penghuni Kos
Advertisement
Advertisement




